Nasional

AHY Ingatkan Dampak AI terhadap Lapangan Kerja, 92 Juta Pekerjaan Global Diproyeksikan Tergeser hingga 2030

Fazlur Rahman 19 Oktober 2026 2 penayangan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan pasar tenaga kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi.

Peringatan tersebut disampaikan AHY dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026Future of Jobs Report 2025

Meski demikian, perkembangan teknologi juga membuka peluang baru. Laporan yang sama memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta secara global selama periode 2025–2030. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa AI tidak hanya berpotensi mengubah atau mengurangi kebutuhan terhadap pekerjaan tertentu, tetapi juga mendorong munculnya profesi dan kebutuhan keterampilan baru.

Perubahan ini menuntut tenaga kerja untuk terus beradaptasi. Peningkatan keterampilan (upskillingreskilling

Selain kesiapan pekerja, pembangunan infrastruktur digital juga menjadi faktor penting. Konektivitas internet yang memadai dan akses teknologi yang lebih merata dapat mendukung pembelajaran digital, pelatihan tenaga kerja, serta pengembangan usaha berbasis teknologi di berbagai daerah.

Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama untuk memastikan keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi.

Dampak AI terhadap tenaga kerja Indonesia akan bergantung pada kesiapan industri, kualitas pendidikan, serta kemampuan masyarakat beradaptasi. Proyeksi WEF tersebut merupakan gambaran tren global, bukan kepastian bahwa jumlah pekerjaan yang sama akan hilang atau tercipta di Indonesia.

Pesan AHY menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tantangan menuju 2030 bukan hanya mengantisipasi pekerjaan yang berpotensi tergeser, tetapi juga mempersiapkan masyarakat agar mampu mengambil peluang dari perubahan dunia kerja di era kecerdasan buatan.

Topik

Memuat tag...