ART Diduga Cabuli Anak 5 Tahun di Matraman Ditangkap, Polisi Dalami Sosok Pria di Balik Panggilan Video
Polisi menangkap seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial IP yang diduga melakukan pencabulan terhadap seorang anak laki-laki berusia lima tahun berinisial DKA di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Terduga pelaku kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA/PPO) Polda Metro Jaya, Kombes Rita Wulandari Wibowo, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa ART yang diduga terlibat dalam kasus ini saat ini sudah berada dalam tahanan kepolisian.
Penanganan kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh penyidik. Selain memeriksa dugaan keterlibatan IP, polisi juga tengah menelusuri sosok pria yang diduga menghubungi ART tersebut melalui panggilan video ketika dugaan pencabulan terhadap korban berlangsung.
Keberadaan pria tersebut menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik. Polisi berupaya mengungkap identitas, peran, serta kemungkinan keterlibatannya dalam peristiwa yang menimpa DKA. Namun, informasi lebih lanjut mengenai sosok pria itu maupun hubungan komunikasinya dengan terduga pelaku belum diungkapkan secara terperinci.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah DKA, yang masih berusia lima tahun, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh ART yang bekerja di rumahnya. Dugaan perbuatan tersebut terjadi di wilayah Matraman, Jakarta Timur, dengan IP disebut sebagai orang yang diduga melakukan tindakan terhadap korban.
Penangkapan IP menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut. Penyidik juga perlu mendalami komunikasi melalui panggilan video yang diduga terjadi saat insiden berlangsung, termasuk memastikan apakah ada pihak lain yang memiliki peran dalam kasus ini.
Mengingat korban masih berusia sangat belia, penanganan perkara ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam memastikan perlindungan terhadap anak selama proses pemeriksaan dan penyidikan. Identitas serta informasi pribadi korban juga perlu dijaga agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi kondisi psikologis maupun kehidupan sosialnya.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan pencabulan tersebut. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap secara jelas peran terduga pelaku dan sosok pria yang diduga terlibat melalui panggilan video, sehingga perkara ini dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.