Nasional

Debit Sungai Ciliwung di Bogor Menyusut Akibat Kemarau, Dasar Sungai Dipenuhi Batuan dan Sampah

Devi Sry Atmaja 02 Agustus 2026 2 penayangan

BOGOR – Kemarau berkepanjangan mulai mengubah wajah Sungai Ciliwung di wilayah Bogor. Debit air yang terus menurun membuat sebagian dasar sungai kini dipenuhi bebatuan dan lumpur kering, sementara warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada aliran sungai merasakan dampaknya secara langsung.

Di sejumlah titik, warga masih memanfaatkan sisa genangan air yang tersisa untuk mencuci dan keperluan rumah tangga. Namun, berkurangnya aliran air juga menyebabkan sampah menumpuk di dasar sungai. Tumpukan sampah itu menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu lingkungan sekitar.

Seorang warga setempat mengaku kondisi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. “Meski hujan sempat turun beberapa kali, debit air sungai belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Airnya makin dangkal dan bau,” tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi kekeringan ini berpotensi diperparah oleh fenomena El Niño yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air di berbagai wilayah, termasuk daerah aliran sungai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sungai tidak sekadar berfungsi sebagai saluran air, melainkan juga penopang kehidupan masyarakat. Ketika debit terus menyusut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ekosistem sungai, tetapi juga oleh aktivitas sehari-hari warga yang bergantung pada sumber air tersebut.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap ancaman kekeringan serta menjaga kelestarian sungai agar dampak kemarau tidak semakin parah di bulan-bulan mendatang.

Topik

Memuat tag...