Nasional

Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak Hampir Setahun, Penumpang Protes Lewat Karangan Bunga

Devi Sry Atmaja 28 Oktober 2026 2 penayangan

Fasilitas eskalator di skybridge penghubung menuju terminal di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, dikeluhkan para pengguna karena mengalami kerusakan dalam waktu lama. Salah satu eskalator dilaporkan tidak berfungsi selama hampir satu tahun, sementara eskalator lainnya disebut mati selama hampir satu bulan terakhir. Kondisi tersebut menyulitkan penumpang yang setiap hari melintasi skybridge untuk berpindah menuju terminal. Selain harus menggunakan tangga secara manual, pengguna juga menyoroti kondisi tangga yang dinilai sudah usang dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Keluhan para pengguna kemudian disuarakan melalui komunitas Warga Bersuara. Sejumlah warga bahkan menyampaikan protes dengan mengirimkan karangan bunga dan meletakkannya di sekitar eskalator yang rusak. Aksi tersebut menjadi bentuk keresahan pengguna yang berharap perbaikan fasilitas segera dilakukan. Salah satu pengguna KRL bernama Fika mengatakan, penyampaian protes tersebut berawal dari inisiatif para pengguna skybridge Stasiun Bojonggede yang merasa keluhan mereka belum mendapatkan tanggapan dari petugas terkait.

Menurut Fika, para pengguna telah lama merasa resah dengan kondisi eskalator yang tidak kunjung diperbaiki. Karena merasa suara mereka belum mendapatkan respons, para pengguna kemudian bergabung melalui komunitas Warga Bersuara untuk menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

“Bunga-bunga itu disampaikan atas inisiatif pengguna skybridge Bojonggede yang sudah resah sekali karena bersuara sendiri sama sekali tidak ada feedback dari petugas terkait ya, maka itu kemudian kami bergabung melalui komunitas Warga Bersuara,” ujar Fika.

Fika menjelaskan, perhatian masyarakat terhadap persoalan tersebut semakin meningkat setelah unggahan mengenai kondisi fasilitas skybridge ramai diperbincangkan. Warga yang memiliki keluhan serupa kemudian ikut menyampaikan aspirasi melalui kiriman karangan bunga di sekitar eskalator. Bagi para pengguna, aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan juga upaya untuk mendorong pihak terkait agar memberikan perhatian terhadap fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari.

Selain menyoroti eskalator yang tidak berfungsi, Fika juga mengingatkan kondisi tangga di skybridge yang dinilai sudah usang dan berbahaya bagi pengguna. Kondisi ini menjadi perhatian karena skybridge merupakan salah satu akses penghubung yang digunakan penumpang untuk menuju terminal. Kerusakan fasilitas dalam waktu lama dinilai perlu segera ditangani agar tidak terus menyulitkan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna yang melintasi kawasan tersebut harus tetap mengandalkan akses yang tersedia meskipun eskalator tidak dapat digunakan.

Menanggapi keluhan tersebut, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa pengelolaan eskalator pada skybridge penghubung menuju terminal berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor. Karina mengatakan, pihak KAI Commuter telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Bogor terkait kebutuhan perbaikan eskalator yang mengalami kerusakan tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa pengelolaan atas eskalator pada skybridge penghubung ke arah terminal adalah oleh Pemkab Bogor, koordinasi telah kami lakukan dengan pihak Pemkab Bogor terkait kebutuhan untuk dapat dilakukan perbaikan atas eskalator tersebut,” kata Karina.

Penjelasan KAI Commuter tersebut menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan fasilitas yang dikeluhkan penumpang berada pada pemerintah daerah. Meski demikian, para pengguna masih menantikan tindak lanjut perbaikan agar eskalator dapat kembali beroperasi dan akses menuju terminal menjadi lebih aman serta nyaman. Keluhan yang disampaikan melalui komunitas Warga Bersuara juga menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan fasilitas publik secara berkala. Perbaikan akses transportasi tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keselamatan masyarakat yang menggunakannya setiap hari.

Topik

Memuat tag...