Football

FAM Surati FIFA soal Injury Time Indonesia vs Bangladesh Berubah dari 2 Jadi 7 Menit, Ada Apa?

Fazlur Rahman 04 Oktober 2026 2 penayangan

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi meminta klarifikasi kepada FIFA terkait perubahan durasi waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia versus Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026. Waktu tambahan yang semula diumumkan dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Perubahan tersebut menjadi sorotan karena terjadi dalam pertandingan yang sangat menentukan persaingan Grup A. Indonesia akhirnya menang telak 9-2 atas Bangladesh dan memastikan tiket ke final setelah mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol. Malaysia sendiri sebelumnya menang 6-0 atas Singapura dalam pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

FAM menyatakan akan mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk mendapatkan penjelasan mengenai dasar, prosedur, serta kondisi yang menyebabkan durasi waktu tambahan berubah dari dua menit menjadi tujuh menit.

Menurut FAM, pengelolaan waktu pertandingan merupakan bagian penting dari tugas perangkat pertandingan dan integritas kompetisi. Karena itu, federasi sepak bola Malaysia tersebut ingin memastikan bahwa perubahan waktu tambahan dilakukan sesuai dengan Laws of the Game serta regulasi FIFA ASEAN Cup 2026.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena tambahan waktu berlangsung ketika posisi Indonesia dan Malaysia dalam persaingan menuju final Grup A masih sangat ketat. Sebelum tambahan waktu, Indonesia telah unggul 7-1 atas Bangladesh, sementara Malaysia sudah menutup pertandingan melawan Singapura dengan kemenangan 6-0.

Dalam situasi tersebut, Indonesia masih membutuhkan tambahan gol untuk memperbaiki posisi dalam persaingan produktivitas. Setelah waktu tambahan berubah menjadi tujuh menit, Tim Garuda mampu mencetak dua gol lagi hingga pertandingan berakhir dengan skor 9-2. Hasil tersebut kemudian membawa Indonesia melewati Malaysia dalam klasemen Grup A.

Catatan pertandingan yang dikutip detikSport menunjukkan terdapat sejumlah penghentian permainan pada babak kedua. Dalam lini masa pertandingan di situs FIFA, pertandingan sempat terhenti pada sekitar menit ke-49 hingga 50, menit ke-69 hingga 70, menit ke-70 hingga 72, serta menit ke-84 hingga 85. Rangkaian interupsi tersebut menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan ketika membahas perhitungan waktu tambahan.

Dalam sepak bola, waktu tambahan diberikan untuk mengganti waktu yang hilang akibat berbagai kejadian selama pertandingan, seperti pergantian pemain, cedera, tindakan medis, pemborosan waktu, perayaan gol, kartu, maupun penghentian permainan lainnya. Karena itu, angka waktu tambahan yang diumumkan di lapangan tidak selalu menggambarkan keseluruhan waktu yang pada akhirnya dimainkan jika terdapat kondisi yang membuat pertandingan kembali tertunda.

Namun, yang menjadi perhatian FAM dalam kasus Indonesia versus Bangladesh bukan semata-mata jumlah waktu tambahan yang dimainkan. Federasi tersebut secara khusus mempertanyakan proses perubahan angka yang pada awalnya ditampilkan dua menit kemudian menjadi tujuh menit.

FAM meminta FIFA meninjau insiden tersebut dan memberikan penjelasan mengenai prosedur yang dijalankan perangkat pertandingan, termasuk dasar yang digunakan untuk melakukan penyesuaian durasi waktu tambahan. Permintaan tersebut disampaikan karena pertandingan Indonesia melawan Bangladesh memiliki konsekuensi langsung terhadap penentuan tim yang lolos ke final.

Meski mempertanyakan proses tersebut, FAM menegaskan bahwa permintaan klarifikasi bukan ditujukan untuk menggugat hasil pertandingan Indonesia melawan Bangladesh. FAM juga menyatakan tidak bermaksud mempertanyakan penampilan ataupun pencapaian tim mana pun dalam turnamen.

FAM menempatkan persoalan tersebut sebagai permintaan penjelasan mengenai prosedur pertandingan. Menurut federasi itu, klarifikasi diperlukan untuk memastikan adanya transparansi, konsistensi, serta kejelasan dalam penerapan aturan kompetisi.

Hasil pertandingan di Jakarta memang mengubah persaingan akhir Grup A secara signifikan. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin, tetapi Indonesia memiliki jumlah gol yang lebih banyak setelah kemenangan 9-2 atas Bangladesh. Dengan demikian, Indonesia melaju ke final untuk menghadapi Thailand, sedangkan Malaysia melanjutkan perjuangan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Sorotan terhadap tambahan waktu tersebut kini berada di ranah FIFA. Permintaan FAM menjadi langkah resmi untuk memperoleh penjelasan mengenai bagaimana perubahan waktu tambahan dilakukan dan apakah prosedur yang diterapkan perangkat pertandingan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sampai adanya penjelasan resmi dari FIFA, perubahan dari dua menjadi tujuh menit tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertandingan yang akan terus diperbincangkan karena terjadi pada momen krusial ketika Indonesia dan Malaysia sedang bersaing ketat untuk mendapatkan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Topik

Memuat tag...