Fujian Dikepung Banjir Besar, 50 Sungai Lampaui Status Siaga dan Tanggul Jebol
Fujian, Tiongkok – Hujan deras yang mengguyur Provinsi Fujian, Tiongkok, memicu banjir besar di sejumlah wilayah pada Jumat (4/9/2026). Bencana tersebut menyebabkan puluhan sungai melampaui batas siaga, tanggul jebol di Kota Putian, serta sejumlah warga dilaporkan hilang. Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah terdampak.
Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi tersebut memicu luapan air ke kawasan permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur publik di berbagai wilayah Fujian. Berdasarkan data dari Pusat Survei Hidrologi dan Sumber Daya Air Fujian, sebanyak 50 sungai yang tersebar di delapan kota mengalami kenaikan muka air melampaui level siaga dalam periode 24 jam hingga Jumat pagi. Situasi ini menjadi salah satu kejadian hidrologi paling serius yang dihadapi provinsi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kota Putian menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Tingginya volume air menyebabkan tanggul di beberapa titik tidak mampu menahan tekanan arus dan akhirnya jebol. Jebolnya tanggul mengakibatkan air bah menerjang kawasan permukiman dengan cepat, memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejumlah kendaraan, rumah, dan fasilitas umum dilaporkan terendam banjir.
Pemerintah daerah bersama tim penyelamat segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Namun kondisi cuaca yang masih buruk dan derasnya arus air menjadi tantangan besar dalam proses penyelamatan. Selain kerusakan infrastruktur, otoritas setempat juga melaporkan adanya warga yang hilang akibat terseret arus banjir. Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan, perahu penyelamat, serta peralatan khusus untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Data hidrologi menunjukkan situasi di Fujian berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Sebanyak 74 stasiun pemantauan air mencatat kondisi sungai yang melampaui batas siaga. Lebih mengkhawatirkan lagi, dua stasiun pemantauan di Kota Putian mencatat ketinggian air tertinggi sepanjang sejarah pencatatan, menandakan skala banjir yang terjadi jauh di atas kondisi normal. Peningkatan muka air yang ekstrem tersebut memperbesar risiko banjir susulan, longsor, dan kerusakan tanggul tambahan apabila hujan masih terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Provinsi Fujian telah mengaktifkan respons darurat untuk menghadapi situasi tersebut. Tim penyelamat, aparat keamanan, dan petugas kebencanaan dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak guna membantu evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan darurat. Otoritas juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan sepanjang aliran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak. Sejumlah sekolah dan fasilitas umum di wilayah terdampak dilaporkan menghentikan aktivitas sementara guna mengutamakan keselamatan warga. Pemerintah setempat juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi hidrologi untuk menentukan langkah mitigasi lanjutan.
Bencana yang melanda Fujian kembali menunjukkan tingginya risiko cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah Tiongkok. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan sistem sungai tidak mampu menampung volume air, sehingga meningkatkan potensi banjir besar. Dengan puluhan sungai masih berada di atas level siaga dan sejumlah wilayah belum sepenuhnya surut, otoritas setempat diperkirakan akan tetap mempertahankan status kewaspadaan tinggi hingga kondisi cuaca membaik dan debit air kembali normal.
Sementara itu, masyarakat di daerah terdampak berharap proses penyelamatan berjalan lancar dan seluruh warga yang masih hilang dapat segera ditemukan.