Nasional

Hj. Yulfiati Ardini Buktikan Semangat Belajar Tak Mengenal Usia: Lulus Sarjana di 71 Tahun

Devi Sry Atmaja 13 Juni 2026 2 penayangan

Jakarta

Lulusan Fakultas Kesehatan dan Sains ini menjadi sorotan utama dalam acara wisuda. Meski telah memasuki usia senja, Hj. Yulfiati tidak hanya menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga harus menghadapi tantangan kesehatan yang berat. Selama masa kuliah, ia menjalani dua kali operasi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Dengan disiplin dan keteguhan hati, ia terus melanjutkan perkuliahan hingga berhasil menyandang gelar sarjana.

Perjalanan Luar Biasa Seorang Pejuang Ilmu

Hj. Yulfiati Ardini bukanlah mahasiswa biasa. Di usia yang sebagian besar orang sudah menikmati masa pensiun, ia justru memilih untuk kembali ke bangku kuliah. Keputusannya untuk mengambil program Sarjana Kebidanan lahir dari hasrat mendalam untuk terus belajar dan berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya kebidanan.

“Usia bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan, kita harus terus belajar,” ujarnya dengan senyum penuh kebanggaan saat ditemui usai wisuda.

Perjuangannya tidak ringan. Selain harus beradaptasi dengan sistem perkuliahan modern, tugas-tugas kuliah, dan praktikum, ia juga harus melawan kondisi fisik yang semakin menurun. Dua kali operasi yang dijalaninya tentu memerlukan pemulihan yang tidak sebentar. Namun, dukungan dari keluarga, dosen, dan rekan-rekan mahasiswa menjadi kekuatan tambahan baginya.

Prestasi yang Menginspirasi Generasi Muda

Dengan IPK 3,55 dan predikat Pujian, Hj. Yulfiati membuktikan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh usia. Ia berhasil menyelesaikan semua mata kuliah dan tuntutan akademik dengan baik, bahkan di tengah pandemi dan berbagai keterbatasan.

Rektor Universitas Mercu Buana Baktijaya menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Hj. Yulfiati. “Beliau adalah inspirasi bagi seluruh civitas academica kami. Kisahnya mengingatkan kita semua bahwa pendidikan adalah hak seumur hidup,” katanya.

Kisah Hj. Yulfiati Ardini menjadi angin segar di tengah maraknya narasi bahwa pendidikan tinggi hanya untuk generasi muda. Ia membuktikan bahwa semangat belajar yang kuat mampu menembus segala rintangan, termasuk usia dan kesehatan.

Pesan untuk Semua Generasi

Bagi Hj. Yulfiati, gelar sarjana ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa selama nafas masih ada, ilmu harus terus dikejar. Ia berharap kisahnya dapat memotivasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar mimpi.

“Jangan pernah merasa terlambat. Mulailah dari sekarang, sekecil apapun langkahnya,” pesannya yang penuh makna.

Kisah inspiratif Hj. Yulfiati Ardini ini menjadi pengingat berharga bahwa pendidikan bukanlah privilege usia, melainkan hak dan kebanggaan setiap insan yang haus akan ilmu. Selamat kepada Hj. Yulfiati Ardini, Sang Pejuang Ilmu di Usia Senja. Semoga prestasinya menginspirasi ribuan orang untuk terus mengejar mimpi mereka, kapan pun dan di usia berapa pun.

Topik

Memuat tag...