Football

Hong Myung-bo Jadi Sasaran Kemarahan Publik, Restoran hingga Kafe di Korea Selatan Pasang Papan Larangan Masuk

Devi Sry Atmaja 06 Juli 2026 2 penayangan

Seoul — Kegagalan Tim Nasional Sepak Bola Korea Selatan (Taegeuk Warriors) melaju dari fase grup Piala Dunia FIFA 2026 berbuah kontroversi besar. Pelatih Hong Myung-bo menjadi sasaran kritik pedas masyarakat Korea Selatan, hingga sejumlah restoran, kafe, dan minimarket memasang papan larangan masuk bagi sang pelatih.

Aksi unik ini merebak luas di berbagai wilayah Korea Selatan sebagai bentuk ungkapan kekecewaan mendalam atas penampilan tim yang dinilai mengecewakan. Beberapa tempat usaha bahkan memajang papan dengan tulisan tegas seperti “Hong Myung-bo Dilarang Masuk” sebagai sindiran publik.

Salah seorang pengelola kafe menuliskan dalam unggahan media sosialnya, “Dia mungkin tidak akan pernah datang ke sini, tetapi saya masih sangat kesal.”

Pengelola yang sama menambahkan bahwa pemasangan papan tersebut bertujuan untuk menyampaikan kekecewaan sekaligus memberikan sentuhan humor bagi para pelanggan yang juga merasakan kekecewaan yang sama.

Gelombang protes ini mencuat setelah Korea Selatan gagal melangkah ke babak 16 besar. Tim asuhan Hong Myung-bo tersingkir setelah kalah tipis 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir fase grup. Hasil buruk ini menjadi puncak dari serangkaian penampilan yang dianggap mengecewakan sepanjang turnamen.

Tak lama setelah kekalahan tersebut, Hong Myung-bo resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pelatih Tim Nasional Korea Selatan.

Hong Myung-bo, yang pernah menjadi legenda sebagai pemain dan sempat diharapkan mampu membawa prestasi lebih baik, kini menjadi salah satu figur paling dibenci di Korea Selatan. Banyak netizen dan pendukung setia Taegeuk Warriors menilai Hong gagal memaksimalkan potensi skuad yang dianggap cukup kompetitif.

Kasus ini mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat Korea Selatan terhadap tim nasional sepak bola mereka. Sepak bola bukan sekadar olahraga di Negeri Ginseng, melainkan juga kebanggaan nasional yang sangat sensitif.

Hingga berita ini diturunkan, Hong Myung-bo belum memberikan tanggapan resmi atas aksi boikot dan sindiran yang beredar di masyarakat.

Topik

Memuat tag...