Kapolri Suyudi Ario Seto Lantik dan Naikkan Pangkat 14 Pejabat Utama Mabes Polri
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi melantik dan menaikkan pangkat 14 Pejabat Utama Markas Besar Polri. Acara berlangsung di Ruang Rapat Utama atau Rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026) malam hari. Selain pejabat utama, beberapa Kepala Kepolisian Daerah juga ikut dilantik. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi di awal masa kepemimpinan Kapolri baru. Pelantikan digelar secara khidmat di Rupatama Mabes Polri. Suyudi Ario Seto sebagai pimpinan tertinggi Polri memimpin langsung prosesi tersebut. Para pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan sesuai protokol. Suasana resmi menyelimuti seluruh rangkaian acara malam itu.
Di antara 14 Pejabat Utama yang dilantik, terdapat sejumlah posisi strategis. Komjen Polisi Dedy Kusuma Bakti dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri atau Kabaintelkam. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam pengelolaan intelijen keamanan nasional. Pengalaman Dedy menjadi bekal dalam menjalankan tugas baru. Komjen Polisi Asep Safrudin dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri atau Kabareskrim. Jabatan tersebut menjadi ujung tombak penegakan hukum di tingkat pusat. Asep dipercaya memimpin penanganan berbagai perkara pidana. Soliditas di jajaran reserse diharapkan semakin diperkuat.
Sementara itu, Komjen Polisi Herry Heryawan dilantik sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan atau Kabaharkam. Posisi ini berkaitan langsung dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Herry membawa pengalaman panjang di bidang tersebut. Koordinasi dengan seluruh Polda menjadi salah satu fokus utamanya. Komjen Polisi Rudi Darmoko dilantik sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri atau Kalemdiklat. Lembaga tersebut berperan penting dalam mencetak dan meningkatkan kualitas personel. Pendidikan dan pelatihan menjadi fondasi profesionalisme Polri. Rudi diharapkan mampu memperkuat sistem diklat ke depan.
Komjen Polisi Andik Setiyono dilantik sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran. Posisi strategis ini berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan anggaran institusi. Andik memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kebijakan Kapolri. Tata kelola perencanaan menjadi perhatian utama. Irjen Polisi Agus Dwi Hermawan dilantik sebagai Asisten Logistik Kapolri. Ia bertanggung jawab atas pengelolaan logistik di lingkungan Polri. Kesiapan sarana dan prasarana menjadi bagian penting dari dukungan operasional. Agus dipercaya memastikan kelancaran aspek logistik.
Irjen Polisi Deni Dharmapala dilantik sebagai Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri. Pengelolaan SDM menjadi kunci dalam membangun institusi yang kuat. Deni diharapkan mampu memperkuat pembinaan personel. Pengembangan kapasitas anggota menjadi salah satu agenda penting. Irjen Polisi Mahmud Nazly Harahap dilantik sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam Polri. Divisi Propam berperan dalam menjaga profesionalisme dan penegakan disiplin. Mahmud membawa amanah untuk memperkuat pengawasan internal. Citra Polri sangat bergantung pada kinerja divisi ini.
Irjen Polisi Roberto G M Pasaribu dilantik sebagai Kepala Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Polri. Di era digital, pengelolaan teknologi dan informasi menjadi sangat krusial. Roberto dipercaya memperkuat sistem TIK di tubuh Polri. Modernisasi layanan publik melalui teknologi terus digencarkan. Irjen Polisi Tubagus Ami Prindani dilantik sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror. Densus 88 memiliki peran vital dalam penanganan terorisme. Tubagus membawa pengalaman di bidang penindakan teror. Keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Selain pejabat utama Mabes Polri, beberapa Kapolda juga ikut dilantik dalam kesempatan yang sama. Penataan di tingkat daerah dilakukan untuk memperkuat komando wilayah. Suyudi Ario Seto ingin memastikan soliditas kepemimpinan dari pusat hingga daerah. Transisi organisasi berjalan sesuai rencana. Pelantikan 14 Pejabat Utama dan sejumlah Kapolda menjadi langkah awal Kapolri Suyudi dalam membentuk tim kerjanya. Posisi-posisi strategis diisi oleh perwira yang dinilai kompeten. Harapan besar disematkan agar kinerja Polri semakin optimal. Kepercayaan publik menjadi tujuan yang terus dijaga.