Kepala BGN Jenguk Korban Keracunan MBG di Semarang, 13 Orang Dirawat
SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meninjau langsung kondisi para korban insiden keamanan pangan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan dilakukan di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.
“Jadi ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Jadi ada sekitar 700an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya. Dari sekitar 700an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik,” ujar Sudaryono.
Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, serta waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BGN mempercepat penerapan sistem digital yang memungkinkan seluruh tahapan produksi makanan terdokumentasi dan dipantau secara menyeluruh. Sistem tersebut mencakup pencatatan waktu memasak, menu, penggunaan bahan, hingga bumbu.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Sudaryono memastikan pihaknya telah menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara (suspend) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang melayani para penerima manfaat di lokasi kejadian.
Langkah cepat penanganan dan perbaikan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan jaminan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG ke depan, sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa dan masyarakat penerima manfaat.

