Nasional

Kisah Ari, Pemulung di Padang yang Rela Tambal Jalan Berlubang dengan Puing Bangunan Demi Keselamatan Warga

Devi Sry Atmaja 20 Juli 2026 2 penayangan

Padang, Sumatera Barat – Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang pemulung bernama Ari Firdaus (35) menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap lingkungan sekitarnya. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, Ari secara sukarela menambal sejumlah jalan rusak dan berlubang di kawasan tempat tinggalnya menggunakan puluhan karung puing bangunan. Aksi sederhana namun penuh kepedulian itu dilakukan Ari di kawasan Kompleks PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Ia memilih memanfaatkan material yang ada agar jalan yang rusak tidak semakin membahayakan para pengguna jalan.

Ari mengaku sudah lama merasa resah melihat kondisi jalan di sekitar tempat tinggalnya yang mengalami kerusakan. Lubang-lubang di badan jalan kerap tergenang air ketika hujan turun sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas. Tak sedikit pengguna jalan yang berisiko terjatuh apabila tidak menyadari keberadaan lubang yang tertutup genangan. Melihat situasi itu, Ari berinisiatif melakukan perbaikan sederhana dengan menutup lubang menggunakan puing bangunan yang masih bisa dimanfaatkan.

Ide tersebut muncul ketika Ari sedang mencari pekerjaan tambahan melalui Facebook untuk mendapatkan penghasilan. Dari pencarian tersebut, Ari menemukan seseorang yang membutuhkan jasa untuk mengangkut dan membuang sisa puing bangunan. Pekerjaan itu kemudian ia ambil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, ada satu persoalan. Pemilik bangunan menyampaikan bahwa puing tersebut tidak boleh dibuang sembarangan ke tempat sampah. Alih-alih membuangnya, Ari kemudian berpikir untuk memanfaatkan puing bangunan tersebut sebagai bahan menimbun jalan yang berlubang.

"Saya pikir daripada dibuang percuma, lebih baik digunakan untuk menutup jalan yang rusak agar tidak membahayakan orang lain," ujar Ari.

Dengan tenaga sendiri, Ari mengangkut puluhan karung puing bangunan dan menggunakannya untuk menimbun titik-titik jalan yang rusak. Total sekitar 60 karung puing bangunan berhasil ia kumpulkan. Material tersebut kemudian dibagi untuk digunakan di beberapa lokasi. Selain di kawasan Kompleks PJKA, Ari juga memanfaatkan puing tersebut untuk menimbun jalan rusak di kawasan Pasar Gadang dan Seberang Palinggam. Bagi Ari, apa yang dilakukannya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi juga bentuk kepeduliannya terhadap keselamatan warga sekitar.

Meski hanya seorang pemulung, langkah Ari menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus menunggu kemampuan besar atau fasilitas lengkap. Tindakannya menunjukkan bahwa persoalan di sekitar masyarakat dapat mulai diselesaikan dari inisiatif kecil dan kepedulian individu. Warga sekitar pun mengapresiasi upaya Ari yang secara sukarela membantu memperbaiki kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan.

Topik

Memuat tag...