Keuangan

Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp625 Miliar

Devi Sry Atmaja 28 Oktober 2026 2 penayangan

JAKARTA - Dua acara berskala internasional yang digelar di Jakarta, yakni konser Kanye West atau Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp625 miliar. Kedua acara tersebut tidak hanya menarik puluhan ribu pengunjung dari luar daerah, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas bisnis di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga pusat perbelanjaan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, konser Kanye West yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026, memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp450 miliar. Sementara itu, Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp175 miliar.

Dengan demikian, total potensi perputaran ekonomi dari kedua kegiatan tersebut mencapai Rp625 miliar. Angka ini memperlihatkan besarnya peluang ekonomi yang dapat tercipta ketika Jakarta menjadi tuan rumah acara hiburan dan olahraga berskala internasional. Konser Kanye West menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian besar. Acara tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 50.500 penonton dari dalam dan luar negeri. Dari total kontribusi ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp450 miliar, sekitar Rp328 miliar berasal dari transaksi penjualan tiket.

Selain pembelian tiket, kedatangan penonton turut mendorong kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, serta layanan pendukung lainnya. Penonton dari luar daerah maupun mancanegara berpotensi membelanjakan uang mereka selama berada di Jakarta, sehingga manfaat ekonomi konser dapat meluas ke luar sektor industri musik. Sementara itu, Jakarta Running Festival 2026 turut memberikan kontribusi melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga yang menarik partisipasi masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah. Ajang lari tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp175 miliar.

Dampak ekonomi JRF 2026 juga terlihat dari keterlibatan puluhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta ratusan merek. Keterlibatan pelaku usaha tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkenalkan produk kepada peserta maupun pengunjung festival. Kehadiran peserta dan pengunjung dalam jumlah besar turut menciptakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan, termasuk penginapan, makanan, minuman, perlengkapan olahraga, serta produk lokal. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh tambahan pendapatan selama kegiatan berlangsung.

Menurut Pramono, dampak dari penyelenggaraan acara berskala besar seperti konser dan festival olahraga dapat dirasakan oleh berbagai sektor usaha di Jakarta. Perhotelan, kuliner, dan pusat perbelanjaan menjadi beberapa sektor yang berpotensi menikmati peningkatan aktivitas ekonomi seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Perputaran uang dari dua acara tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan internasional dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi perkotaan. Selain menghadirkan hiburan dan kegiatan olahraga, acara berskala besar mampu menciptakan peluang bisnis bagi pelaku usaha lokal serta meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.

Meski demikian, perputaran ekonomi tidak serta-merta berarti seluruh nilai tersebut menjadi keuntungan bersih bagi pelaku usaha atau pemerintah daerah. Angka tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang diperkirakan muncul dari berbagai transaksi yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara.

Ke depan, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional berpotensi menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Jakarta sebagai pusat hiburan, olahraga, dan pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik serta keterlibatan pelaku usaha lokal, manfaat dari acara semacam ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sektor dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Topik

Memuat tag...