Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Sejumlah Pejabat Negara Hadir
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan PRIMA Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Dalam upacara tersebut, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada Letjen TNI Lucky Avianto yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Prabowo tiba di kawasan Mabes TNI sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan helikopter kepresidenan dari kediamannya. Setibanya di Lapangan PRIMA, Presiden kemudian memasuki area upacara dengan menaiki kendaraan taktis Maung MV3 varian Inspektur Upacara (Irup) buatan PT Pindad.
Dalam pemeriksaan pasukan, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Letjen Lucky Avianto. Presiden kemudian memeriksa kesiapan pasukan yang mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tersebut.
Upacara HUT ke-81 TNI kali ini melibatkan 3.378 personel yang berasal dari tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Selain itu, turut terlibat unsur Komponen Cadangan serta KKRI/Pramuka.
Peringatan tahun ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur". Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi TNI, tetapi juga diisi dengan sejumlah agenda penting terkait penguatan organisasi dan kemampuan pertahanan nasional.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian upacara adalah peresmian satuan-satuan baru TNI. Presiden Prabowo meresmikan sebanyak 204 satuan baru yang mencakup enam Komando Daerah Militer (Kodam), 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP), 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), serta tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur).
Di lingkungan TNI Angkatan Laut, pengembangan organisasi tersebut mencakup satu Brigade Infanteri Marinir dan empat batalyon Marinir. Sementara di lingkungan TNI Angkatan Udara, terdapat tambahan satu Divisi II Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), satu brigade Korpasgat, tiga batalyon Korpasgat, satu skadron pendidikan, dua skadron udara, dan dua satuan radar.
Peresmian ratusan satuan baru tersebut ditandai dengan penekanan sirene oleh Presiden Prabowo. Setelah itu, Prabowo secara simbolis mengukuhkan enam panglima Kodam baru dengan menyerahkan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing panglima.
Enam Kodam baru tersebut yakni Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, serta Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.
Selain jajaran pimpinan TNI, sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Mereka antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Sejumlah pejabat lain yang hadir di lokasi antara lain tiga kepala staf TNI dari masing-masing matra serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman. Kehadiran jajaran pimpinan sipil dan militer tersebut menunjukkan besarnya agenda kenegaraan dalam peringatan HUT ke-81 TNI.
Momen peringatan tahun ini juga dihadiri dua mantan Presiden RI, yakni Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo. Keduanya tampak duduk berdampingan menyaksikan jalannya rangkaian kegiatan di Lapangan PRIMA Mabes TNI.
Setelah pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dilanjutkan dengan defile dan parade alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sejumlah alutsista baru yang akan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia turut ditampilkan dalam agenda tersebut.
Peringatan HUT ke-81 TNI dengan demikian tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan organisasi, kesiapan personel, serta modernisasi dan penguatan struktur pertahanan Indonesia di tengah perubahan lingkungan strategis dan tantangan keamanan yang terus berkembang.