Nasional

Princess Tong Setan Karmila Purba: Menaklukkan Dinding Kematian dari Pasar Malam hingga Inggris

Devi Sry Atmaja 13 Juni 2026 2 penayangan

Simalungun, Sumatra UtaraWall of Death

Lahir di Desa Sondi Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Karmila memulai karirnya di dunia hiburan keliling sejak remaja. Pada 2014, ia mulai menekuni profesi joki tong setan saat bekerja di lingkungan pasar malam. Saat itu, jumlah perempuan yang terjun ke atraksi berisiko tinggi ini masih sangat minim. Banyak yang meragukannya, bahkan mengkritik pilihan profesinya yang dianggap tidak sesuai dengan norma "perempuan baik-baik" di masyarakat konservatif. Namun, Karmila tak gentar. Ia terus berlatih dan tampil bergantian dengan joki lain, masing-masing sesi sekitar 15 menit, hingga atraksi malam itu berakhir.

Dari Pasar Malam Lokal ke Thailand 

Konsistensi dan keterampilan Karmila perlahan membuahkan hasil. Ia sering menjadi sorotan di berbagai pasar malam di Indonesia. Penampilannya yang lincah dan berani di atas motor modifikasi menarik perhatian penonton sekaligus rekan-rekan sesama joki. Pada 2018, ia mendapat kesempatan emas untuk tampil di Thailand. Pengalaman internasional pertamanya itu menjadi titik balik. Melalui jaringan yang terbangun, Karmila semakin dikenal di kalangan komunitas atraksi ekstrem dunia.

Julukan "Princess of the Wall of Death" atau "Princess Tong Setan" pun melekat padanya. Banyak yang mengagumi caranya menantang gravitasi sambil tetap anggun di atas kendaraan. Karmila sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia melakoni profesi ini demi mendukung orang tua, meski harus menanggung risiko tinggi setiap kali naik ke atas tong.

Puncak Karier: Tampil di Inggris dengan Indian Scout

Puncak pencapaian Karmila datang pada 2024. Ia diundang tampil di Inggris, menjadi perempuan Indonesia pertama yang membawa atraksi tong setan ke panggung Eropa. Mengendarai motor Indian Scout yang powerful, Karmila memukau penonton di berbagai event, termasuk East Midlands Steam & Country Show dan lokasi-lokasi lain di Inggris. Ia bahkan tampil beberapa kali sepanjang tahun tersebut.

"Hi guys, let me introduce myself, I am Karmila Purba, a Wall of Death rider from Sondi Raya, North Sumatra, currently performing in England," tulisnya di media sosial, membagikan momen-momen kebanggaannya.

Penampilan di luar negeri ini bukan hanya soal hiburan, melainkan juga membuktikan bahwa atraksi tradisional pasar malam Indonesia mampu bersaing di level internasional. Karmila sukses menembus batas budaya dan stereotip, sekaligus menginspirasi banyak perempuan muda untuk berani mengejar mimpi meski di jalur yang tak biasa. Meskipun demikian, Karmila mengakui bahwa perjalanan panjang ini membutuhkan perjuangan besar.

"Ini bukan cuma soal mental, tapi tentang gimana kita percaya sama diri kita sendiri. Walaupun banyak yang ngeraguin. Tapi, siapa sangka menjadi joki tong setan bisa membawaku sampai sejauh ini?" ungkapnya melalui akun instagram pribadinya @karmila_purba98.

Risiko dan Dedikasi di Balik Atraksi

Atraksi Wall of Death

Kisahnya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari liputan BBC hingga VOA dan media lokal, Karmila kerap disebut sebagai simbol pemberdayaan perempuan di bidang ekstrem. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan keberanian, peluang dunia terbuka lebar — bahkan dari sebuah tong silinder di pasar malam.

Kini, Karmila terus melanjutkan tur internasionalnya sambil tetap terhubung dengan akarnya di Indonesia. Bagi generasi muda, ia adalah bukti hidup bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil di kampung halaman. Karmila Purba bukan hanya joki tong setan; ia adalah princess yang menaklukkan dinding kematian dan batas-batas konvensi.

Topik

Memuat tag...