Nasional

RANS Carnival Raffi Ahmad di Sleman Sepi Pengunjung, Empat Musisi Mundur dan UMKM Bongkar Lapak

Fazlur Rahman 02 November 2026 2 penayangan

Gelaran RANS Carnival milik Raffi Ahmad di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, menjadi sorotan setelah berlangsung di tengah seruan boikot di media sosial. Acara yang semula diharapkan menjadi ruang hiburan sekaligus wadah promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu dilaporkan sepi pengunjung.

Situasi tersebut terjadi setelah nama Raffi Ahmad menjadi perbincangan publik menyusul kontroversi deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Keterlibatan Raffi dalam kegiatan tersebut menuai kritik setelah muncul dugaan bahwa sebagian peserta yang hadir merupakan mahasiswa bayaran. Dugaan itu memicu reaksi warganet dan berkembang menjadi seruan untuk memboikot kegiatan yang berkaitan dengan Raffi.

Dampak kontroversi tersebut kemudian merembet ke penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman. Sejumlah pihak yang sebelumnya dijadwalkan meramaikan acara memilih menarik diri. Empat musisi yang disebut sebagai penampil utama, yakni Guyon Waton, Masdddho, OM Wawes, dan Tipe-X, secara resmi membatalkan penampilan mereka.

Pembatalan tersebut menjadi pukulan bagi penyelenggaraan acara karena kehadiran para musisi itu sebelumnya menjadi salah satu daya tarik bagi calon pengunjung. Mundurnya sejumlah pengisi acara juga menambah perhatian publik terhadap kelanjutan festival yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Tidak hanya berdampak pada susunan hiburan, situasi ini turut dirasakan oleh para pelaku UMKM yang membuka stan di area acara. Sejumlah tenant dilaporkan memilih membongkar lapak secara massal setelah melihat kondisi kegiatan yang tidak sesuai dengan harapan. Bagi pelaku usaha, minimnya pengunjung berpotensi memengaruhi penjualan dan membuat biaya operasional yang telah dikeluarkan sulit kembali.

Di tengah kondisi tersebut, muncul gerakan solidaritas dari warga Yogyakarta dan sejumlah kreator konten. Mereka berupaya membantu para pedagang yang terdampak dengan memborong stok bahan baku maupun produk yang telah disiapkan untuk dijual selama RANS Carnival berlangsung.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena bantuan diberikan langsung kepada para pelaku UMKM yang berada dalam situasi sulit akibat perubahan kondisi acara. Dengan membeli persediaan dagangan, warga dan kreator konten berusaha mengurangi potensi kerugian yang dialami tenant, sekaligus menunjukkan dukungan kepada pelaku usaha lokal agar tidak menanggung seluruh dampak kontroversi tersebut.

Di sisi lain, pihak penyelenggara RANS Carnival menyampaikan klarifikasi resmi pada Sabtu (31/10/2026). Dalam pernyataannya, penyelenggara menyebut tetap berupaya menjalankan acara dengan konsep sederhana. Mereka juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tetap dapat menjadi ruang hiburan gratis bagi masyarakat serta wadah promosi dan pemberdayaan UMKM lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berbagai perubahan yang terjadi menjelang dan selama pelaksanaan acara. Penyelenggara berupaya mempertahankan kegiatan agar tetap berlangsung, meskipun sejumlah musisi telah membatalkan penampilan dan sebagian pelaku UMKM memilih meninggalkan lokasi.

Kontroversi RANS Carnival memperlihatkan bagaimana polemik yang melibatkan figur publik dapat berdampak hingga ke pihak-pihak lain yang tidak secara langsung terlibat dalam persoalan tersebut. Para pelaku UMKM, yang berharap memperoleh kesempatan meningkatkan penjualan melalui kegiatan tersebut, ikut menghadapi konsekuensi dari seruan boikot yang berkembang di ruang digital.

Sementara itu, aksi warga dan kreator konten yang memborong dagangan tenant menjadi bentuk dukungan bagi pelaku usaha yang terdampak. Di tengah perdebatan mengenai Raffi Ahmad dan kontroversi deklarasi Sumpah Pemuda, solidaritas tersebut setidaknya memberi perhatian kepada para pedagang lokal yang berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh penghasilan.

Topik

Memuat tag...