Siswa SMAN 1 Sentolo Desak Satpam Diduga Lakukan Pelecehan Dikeluarkan
Sejumlah siswa SMAN 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berkumpul di depan ruang Bimbingan dan Konseling (BK) pada Kamis (17/9). Mereka meminta pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum satpam sekolah. Para siswa mendesak agar satpam yang diduga terlibat dalam kasus tersebut dikeluarkan dari lingkungan sekolah. Desakan itu disampaikan lantaran yang bersangkutan hingga kini disebut masih bekerja sebagai petugas keamanan di SMAN 1 Sentolo.
Kehadiran para siswa di depan ruang BK menjadi bentuk tuntutan agar pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai dugaan kasus tersebut. Mereka berharap persoalan yang menyangkut keamanan dan kenyamanan siswa dapat ditangani secara serius oleh pihak sekolah. Salah seorang siswi juga mengungkapkan dugaan tindakan serupa disebut pernah terjadi pada angkatan sebelumnya. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian siswa yang meminta sekolah melakukan penanganan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Juhan Wahyudi, mengatakan pihak sekolah telah mengambil langkah terkait satpam yang diduga melakukan pelecehan tersebut. Menurutnya, sekolah berencana menonaktifkan satpam yang bersangkutan dari tugasnya. Rencana penonaktifan tersebut menjadi langkah awal pihak sekolah dalam merespons dugaan kasus yang mencuat dan menimbulkan keresahan di kalangan siswa. Sekolah juga diharapkan dapat memastikan proses penanganan dilakukan dengan memperhatikan keamanan serta perlindungan terhadap para siswa.
Dugaan pelecehan di lingkungan sekolah menjadi persoalan yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan rasa aman peserta didik selama menjalani kegiatan belajar. Para siswa pun meminta agar pihak sekolah tidak mengabaikan laporan maupun informasi yang muncul dan memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut kasus tersebut. Hingga kini, para siswa masih menunggu langkah konkret dari pihak sekolah terkait dugaan tersebut. Rencana penonaktifan satpam diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.