Nasional

Tiga Petugas Gugur saat Padamkan Karhutla di Gunung Bromo, Tiga Lainnya Luka Bakar

Devi Sry Atmaja 19 Oktober 2026 4 penayangan

Tiga petugas dilaporkan meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Insiden terjadi di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa berlangsung pada Kamis (15/10/ 2026). Tragedi ini menambah duka di tengah upaya penanganan karhutla. Selain korban meninggal, tiga petugas lainnya mengalami luka bakar. Mereka harus mendapatkan perawatan medis segera. Total enam petugas terdampak dalam kejadian tersebut. Seluruhnya terjebak saat menjalankan tugas pemadaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Probolinggo Oemar Sjarief memberikan keterangan resmi. Ia mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai enam petugas yang terjebak. Lokasi kejadian berada di kawasan tebing Gunung Bromo. Wilayah tersebut termasuk dalam Kecamatan Sukapura. Oemar Sjarief menjelaskan kondisi petugas yang terjebak saat memadamkan api. Kebakaran di area tebing memiliki risiko tinggi. Medan yang sulit memperumit upaya penyelamatan. Informasi awal langsung ditindaklanjuti oleh BPBD dan pihak terkait.

Salah satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Ia adalah Sukaris, petugas Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I. Sukaris merupakan personel Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS. Identitasnya dikonfirmasi oleh Kepala BPBD Probolinggo. Sementara itu, identitas dua korban meninggal dunia lainnya masih dalam proses pendataan. Pihak keluarga dan instansi terkait tengah berkoordinasi. Proses identifikasi dilakukan dengan hati-hati. Kepastian nama lengkap akan disampaikan setelah verifikasi selesai.

Kawasan Gunung Bromo yang menjadi lokasi kejadian merupakan area taman nasional. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut membutuhkan penanganan khusus. Medan berbukit dan tebing menambah tingkat kesulitan. Petugas yang turun langsung menghadapi risiko tinggi. Dengan gugurnya tiga petugas, termasuk Sukaris dari TNBTS, duka mendalam dirasakan rekan-rekan sejawat. Tiga petugas yang mengalami luka bakar saat ini menjalani perawatan. Kondisi mereka dipantau secara intensif di fasilitas kesehatan. Dukungan medis terus diberikan.

Oemar Sjarief sebagai Kepala BPBD Probolinggo menjadi rujukan informasi awal. Ia mengonfirmasi bahwa enam petugas terjebak di kawasan tebing. Upaya pemadaman yang sedang berlangsung berubah menjadi operasi penyelamatan. Koordinasi antarlembaga segera diperkuat. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kehilangan salah satu personelnya. Sukaris yang bertugas sebagai Operator Layanan Operasional gugur dalam tugas. Pengorbanan petugas lapangan dalam menangani karhutla kembali tercatat. Penghormatan kepada seluruh korban menjadi kewajiban bersama.

Proses pendataan identitas dua korban meninggal lainnya masih berlangsung. Keluarga berhak mendapatkan kepastian secepat mungkin. Pihak TNBTS, BPBD, dan kepolisian bekerja sama dalam penanganan. Prosedur formal terus dijalankan di tengah duka. Kebakaran di kawasan tebing Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, menunjukkan kompleksitas penanganan karhutla di area pegunungan. Akses yang sulit dan kondisi angin dapat memperburuk situasi. Petugas yang sudah berpengalaman sekalipun tetap menghadapi risiko nyawa. Keselamatan personel menjadi evaluasi penting ke depan.

Tiga petugas yang luka bakar membutuhkan perawatan lanjutan. Luka bakar akibat terjebak api membutuhkan penanganan khusus. Rumah sakit yang menerima korban memberikan penanganan intensif. Doa dan dukungan bagi kesembuhan mereka terus dipanjatkan. Insiden pada 15 Oktober 2026 di Gunung Bromo menjadi pengingat akan bahaya karhutla. Tidak hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga nyawa petugas menjadi taruhan. Penghormatan setinggi-tingginya disampaikan kepada tiga petugas yang gugur. Keluarga korban menjadi perhatian utama dalam penanganan selanjutnya.

Topik

Memuat tag...