Nasional

Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp Fakultas Vokasi

Devi Sry Atmaja 21 Juli 2026 2 penayangan

Surabaya– Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara enam mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui grup WhatsApp di lingkungan Fakultas Vokasi. Pihak kampus menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan merupakan bentuk hukuman akhir, melainkan langkah administratif untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan dan penelusuran fakta atas dugaan pelanggaran yang terjadi.

Dalam keterangan resminya, Unesa menyebut kasus tersebut melibatkan enam mahasiswa Fakultas Vokasi yang diduga melakukan tindakan berupa kekerasan verbal maupun objektifikasi terhadap sejumlah pihak di lingkungan kampus. "Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian tersebut melibatkan enam mahasiswa Fakultas Vokasi yang diduga melakukan kekerasan verbal atau objektifikasi," demikian pernyataan Unesa melalui akun Instagram resmi @official_unesa, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran awal, jumlah pihak yang diduga menjadi korban objektifikasi dalam kasus tersebut mencapai sedikitnya 26 orang. Mereka terdiri dari 22 mahasiswa dan empat dosen. Unesa menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat maupun korban tambahan yang belum terungkap. Proses pemeriksaan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kampus juga memastikan setiap laporan akan ditangani sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Penonaktifan sementara terhadap enam mahasiswa tersebut bertujuan agar proses investigasi dapat berjalan tanpa hambatan. Selama masa pemeriksaan berlangsung, kampus akan mengumpulkan informasi dan bukti yang diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya. Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan dan kenyamanan warga kampus. Perguruan tinggi dituntut memiliki sistem pencegahan dan penanganan yang efektif terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender dan pelecehan verbal.

Unesa menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan yang merendahkan martabat seseorang. Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Kampus akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh tahapan penelusuran dan verifikasi selesai dilakukan.

Topik

Memuat tag...