Nasional

Viral Perempuan Pakai Almamater UBSI di Deklarasi Sumpah Pemuda 2026, Ternyata Bukan Mahasiswa

Fazlur Rahman 02 November 2026 2 penayangan

Sosok perempuan bernama Sari Putri menjadi perbincangan di media sosial setelah kehadirannya dalam acara bertajuk “Deklarasi Sumpah Pemuda 2026” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026), menuai kontroversi. Perempuan tersebut disorot karena diduga mencatut nama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan mengenakan jas almamater kampus tersebut saat mengikuti kegiatan.

Nama Sari mulai ramai diperbincangkan setelah foto dan rekaman kehadirannya dalam deklarasi itu beredar luas di media sosial. Perhatian publik tertuju pada jas almamater UBSI yang dikenakannya, sehingga memunculkan anggapan bahwa perempuan tersebut merupakan mahasiswa atau bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.

Namun, dugaan tersebut kemudian mengarah pada fakta bahwa Sari Putri bukan mahasiswa maupun anggota sivitas akademika UBSI. Dengan demikian, penggunaan atribut kampus dalam kegiatan tersebut tidak mencerminkan keterlibatan resmi universitas.

Persoalan ini menjadi sorotan karena penggunaan jas almamater dapat menimbulkan persepsi bahwa seseorang hadir sebagai perwakilan institusi pendidikan tertentu. Terlebih, acara deklarasi tersebut berlangsung di tengah perhatian publik terhadap dugaan keterlibatan peserta yang mengatasnamakan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Sari dengan atribut UBSI pun memicu pertanyaan mengenai asal-usul jas almamater yang dikenakannya serta alasan penggunaan identitas kampus tersebut. Pasalnya, atribut perguruan tinggi umumnya menjadi penanda identitas mahasiswa dan dapat menimbulkan kesan bahwa pemakainya memiliki hubungan resmi dengan institusi terkait.

Kontroversi ini juga memperluas perdebatan mengenai kredibilitas penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 2026. Kegiatan yang semestinya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan semangat persatuan justru menuai kritik setelah muncul persoalan mengenai identitas sejumlah peserta.

Di tengah ramainya pembahasan, penting untuk membedakan kehadiran seseorang dalam sebuah acara dengan statusnya sebagai perwakilan institusi. Penggunaan atribut kampus tanpa hubungan resmi dengan universitas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama ketika kegiatan tersebut dikaitkan dengan gerakan mahasiswa.

Kasus Sari Putri menjadi salah satu bagian dari polemik deklarasi yang terus mendapat perhatian publik. Persoalan penggunaan jas almamater UBSI menunjukkan pentingnya kejelasan identitas peserta dalam kegiatan yang membawa nama mahasiswa maupun institusi pendidikan, agar tidak menimbulkan klaim representasi yang keliru.

Topik

Memuat tag...