Nasional

Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Monumen Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Fazlur Rahman 22 Oktober 2026 2 penayangan

Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi protes di atas Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) pagi. Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim, bencana ekologis, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Dua spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”. Pesan tersebut menyoroti keterkaitan antara kerusakan lingkungan, meningkatnya risiko bencana, dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Aksi di salah satu ikon ibu kota itu menjadi bentuk desakan Greenpeace agar pemerintah memperkuat langkah penanganan krisis iklim dan mencegah bencana ekologis. Para aktivis menilai persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi karena dampaknya turut memengaruhi kesehatan, keamanan tempat tinggal, serta pengeluaran rumah tangga.

Krisis iklim dapat memperbesar risiko sejumlah kejadian cuaca ekstrem, sementara kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana tertentu. Dampaknya tidak hanya dirasakan melalui kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat, kehilangan mata pencaharian, hingga bertambahnya biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui pesan yang dibawa dalam aksi tersebut, Greenpeace menyoroti perlunya kebijakan yang tidak hanya berfokus pada penanganan bencana setelah terjadi, tetapi juga pada pencegahan dan pengurangan risiko. Upaya tersebut dapat mencakup perlindungan ekosistem, pengendalian sumber pencemaran, serta penguatan kebijakan iklim yang memperhatikan kelompok masyarakat paling rentan.

Aksi berlangsung di kawasan Bundaran HI yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat dan lalu lintas di Jakarta. Kehadiran aktivis di atas Monumen Selamat Datang menarik perhatian karena lokasi tersebut merupakan landmark ibu kota sekaligus ruang publik yang kerap menjadi titik penyampaian aspirasi.

Setelah pesan dalam spanduk disampaikan, kain spanduk kemudian diturunkan. Namun, sejumlah aktivis masih bertahan di atas monumen sehingga diperlukan bantuan petugas untuk menurunkan mereka dengan aman.

Petugas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta kemudian membantu proses penurunan menggunakan teknik flying fox

Aksi ini kembali menempatkan isu krisis iklim dan bencana ekologis dalam perhatian publik. Selain persoalan lingkungan, pesan yang disampaikan Greenpeace juga menyoroti dampak lanjutan terhadap biaya hidup, yang dapat membebani masyarakat ketika bencana merusak tempat tinggal, mengganggu pekerjaan, atau menghambat distribusi kebutuhan pokok.

Melalui aksi tersebut, Greenpeace Indonesia mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang dinilai lebih nyata dalam menghadapi krisis iklim dan melindungi masyarakat dari dampak kerusakan lingkungan. Sementara itu, efektivitas kebijakan penanganan krisis iklim dan pencegahan bencana tetap menjadi persoalan yang membutuhkan evaluasi, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pihak.

Topik

Memuat tag...