Nasional

Bentrok di Setokok Batam Tewaskan Dua Orang, Polisi Sebut Dipicu Konflik Lahan Lama

Devi Sry Atmaja 17 September 2026 6 penayangan

JAKARTA – Bentrok antarkelompok terjadi di kawasan Setokok, Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 14 September 2026. Peristiwa tersebut menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya. Insiden ini segera ditangani pihak kepolisian setempat untuk mencegah perluasan konflik. Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyatakan bahwa bentrok dipicu oleh konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama. Perselisihan terkait lahan menjadi pemicu utama terjadinya bentrokan antara dua kelompok di wilayah tersebut. Polisi terus mendalami kronologi lengkap kejadian. Menurut keterangan polisi, dua korban tewas diduga tertembak senapan angin. Dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman melalui pemeriksaan forensik dan keterangan saksi. Tujuh orang lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan yang sempat berlangsung tegang.

Dalam penanganan di lapangan, polisi mengamankan enam orang untuk dimintai keterangan. Keenam orang tersebut dibawa ke kantor polisi guna memberikan informasi terkait peristiwa yang terjadi. Pemeriksaan dilakukan secara intensif untuk mengungkap peran masing-masing pihak. Kombes Pol Anggoro Wicaksono memastikan bahwa bentrok di Setokok tidak terkait dengan polemik Rempang Eco City. Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut berdiri sendiri dan tidak memiliki hubungan dengan isu yang sedang berkembang di wilayah lain. Klarifikasi ini disampaikan untuk menghindari spekulasi yang tidak berdasar. Selain itu, polisi juga menegaskan bahwa bentrok tidak mengandung unsur SARA. Konflik yang terjadi murni dipicu oleh sengketa lahan yang sudah berlangsung dalam waktu cukup lama. Pihak kepolisian berupaya menjaga agar isu tidak berkembang ke arah yang lebih luas.

Kawasan Setokok menjadi lokasi terjadinya bentrokan yang menewaskan dua orang. Petugas kepolisian segera menuju lokasi setelah menerima laporan untuk mengamankan situasi. Upaya penanganan dilakukan agar suasana kembali kondusif dan tidak menimbulkan keresahan warga sekitar. Konflik lahan yang menjadi pemicu bentrok telah berlangsung dalam waktu yang tidak singkat. Perselisihan terkait hak atas lahan diduga menjadi akar permasalahan antara kelompok yang terlibat. Polisi terus mengumpulkan keterangan untuk memetakan duduk perkara secara lebih jelas. Dugaan penggunaan senapan angin dalam peristiwa yang menewaskan dua korban menjadi fokus perhatian penyidik. Pemeriksaan terhadap barang bukti dan saksi terus dilakukan untuk menguatkan temuan awal. Hasil laboratorium forensik akan menjadi salah satu dasar dalam penentuan arah penyidikan.

Enam orang yang diamankan diharapkan dapat memberikan keterangan yang memperjelas kronologi kejadian. Polisi menjaga proses pemeriksaan agar berjalan sesuai prosedur. Informasi yang diperoleh dari para terperiksa akan digunakan untuk mengembangkan penyidikan lebih lanjut. Kapolresta Barelang menekankan pentingnya menjaga ketertiban di wilayah hukumnya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan seluruh proses kepada pihak berwajib. Upaya preventif terus dilakukan untuk mencegah terulangnya bentrokan serupa. Klarifikasi bahwa peristiwa tidak berhubungan dengan Rempang Eco City disampaikan secara tegas. Polisi ingin memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak tercampur dengan isu lain. Penegasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas situasi di Batam. Unsur SARA juga dipastikan tidak terlibat dalam bentrok di Setokok. Konflik yang terjadi bersifat lokal dan terkait sengketa lahan antar kelompok. Pendekatan hukum tetap menjadi prioritas utama dalam penyelesaian perkara ini.

Hingga saat ini, polisi terus melakukan pendalaman terhadap seluruh aspek peristiwa. Dua korban tewas dan tujuh orang luka-luka menjadi perhatian serius dalam penanganan kasus. Proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat akan dilanjutkan sesuai temuan di lapangan. Bentrok di Setokok, Batam, yang menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik lahan secara damai. Polisi melalui Kapolresta Barelang memastikan penanganan dilakukan secara profesional, tidak terkait isu Rempang Eco City, dan tanpa unsur SARA.

Topik

Memuat tag...