Billy Syahputra Balas Sindiran Arya Wedakarna, Singgung Korupsi dan Wisatawan Kismin
Polemik Billy Syahputra dengan penjaga toilet di Bali berbuntut panjang. Setelah mendapat sorotan dan sindiran dari anggota DPD RI asal Bali, Gusti Arya Wedakarna, Billy akhirnya memberikan respons secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @bilsky16, pada Sabtu (3/10/2026).
Dalam video yang diunggahnya, Billy tampak geram dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan Arya. Ia menyebut sosok yang disindirnya sebagai “oknum pejabat” dan melontarkan sejumlah pernyataan keras, termasuk menyinggung dugaan tindak pidana korupsi.
Billy bahkan menyampaikan tudingan tersebut dalam bentuk sindiran dengan mengatakan bahwa suatu saat pejabat yang dimaksud bisa saja tersandung perkara korupsi.
“Suatu saat lo kesandung kasus korupsi. Walaupun 80 persen, 90 persen lo pasti korupsi, tapi belum terungkap. Mudah-mudahan terungkap,” ujar Billy dalam video tersebut.
Pernyataan tersebut merupakan tudingan yang disampaikan Billy dalam video pribadinya dan tidak disertai bukti mengenai adanya tindak pidana korupsi oleh sosok yang ia maksud. Karena itu, tudingan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Respons Billy muncul setelah Arya Wedakarna sebelumnya memberikan tanggapan terhadap polemik yang dialami Billy saat berlibur di Bali. Dalam videonya, Arya mengaku telah melihat rekaman CCTV serta mendengar klarifikasi dari pihak perusahaan terkait kejadian tersebut.
Arya mengatakan dirinya ingin membela pekerja lokal di Bali. Ia juga mengingatkan wisatawan, termasuk kalangan artis, agar tidak langsung membawa persoalan pelayanan ke media sosial karena unggahan tersebut menurutnya dapat berdampak terhadap perusahaan maupun pekerja yang bersangkutan.
Arya juga menyampaikan agar wisatawan yang berkunjung ke Bali tidak mudah marah atau terbawa emosi ketika menghadapi persoalan. Dalam pernyataannya, ia menggunakan istilah “wisatawan kismin” serta meminta wisatawan yang datang ke Bali membawa uang yang cukup sebagai bagian dari pandangannya mengenai pariwisata berkualitas.
Ucapan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang membuat Billy memberikan respons keras. Billy menegaskan dirinya tidak terima disebut atau disindir sebagai wisatawan yang tidak memiliki kemampuan ekonomi.
Ia mengatakan uang yang digunakannya selama berada di Bali merupakan hasil kerja yang halal. Billy juga menegaskan bahwa dirinya datang ke Pulau Dewata untuk berlibur bersama keluarga, bukan untuk mencari persoalan.
“Pakai bilang wisatawan kismin. Gua pakai uang halal datang ke Bali. Bawa uang cash, gua habis-habisin,” kata Billy dalam video yang diunggahnya.
Billy kemudian kembali melontarkan sindiran mengenai sumber kekayaan pejabat. Dalam pernyataannya, ia mengaitkan hal tersebut dengan tudingan korupsi.
“Uang korupsi aja lu pake bertingkah lu,” ujar Billy.
Perseteruan tersebut merupakan perkembangan lanjutan dari kejadian yang sebelumnya terjadi di fasilitas toilet Restoran Dreamland Warung, kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Peristiwa itu bermula ketika Billy hendak membersihkan anaknya setelah bermain di pantai. Billy mengaku anaknya dalam kondisi kedinginan dan tubuhnya penuh pasir sehingga ia hendak menggunakan fasilitas kamar mandi.
Menurut versi Billy, dirinya sempat diminta membayar Rp10 ribu sebelum masuk dan mengaku mengalami dorongan dari penjaga toilet. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut.
Namun, pihak pengelola Dreamland Warung memberikan versi berbeda. Pemilik usaha, Nyoman Wardana, membantah adanya aksi dorong-mendorong berdasarkan keterangan staf dan pemeriksaan rekaman CCTV yang dilakukan pihaknya.
Manajemen menjelaskan bahwa penggunaan toilet dan fasilitas mandi memang dikenakan tarif Rp10 ribu per orang dan pembayaran dilakukan terlebih dahulu. Menurut pihak pengelola, perselisihan akhirnya selesai setelah babysitter yang mendampingi Billy melakukan pembayaran. Billy dan penjaga toilet juga terlihat saling meminta maaf dalam video yang beredar.
Billy sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa persoalan utama baginya bukan nominal Rp10 ribu. Ia mempersoalkan cara pelayanan dan sikap penjaga toilet ketika dirinya sedang membawa anak.
Billy juga meminta agar rekaman CCTV kejadian tersebut ditampilkan secara utuh agar publik dapat melihat kronologi dari awal sampai akhir. Menurutnya, rekaman yang ditampilkan secara lengkap dapat membantu masyarakat memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Di tengah polemik yang semakin melebar, respons Billy terhadap Arya Wedakarna kini membuat persoalan tersebut kembali menjadi perhatian publik. Pernyataan mengenai “wisatawan kismin” dan tudingan soal korupsi menjadi bagian paling keras dalam perseteruan yang awalnya hanya bermula dari persoalan penggunaan toilet di kawasan wisata.
Hingga kini, masing-masing pihak telah menyampaikan versinya mengenai persoalan tersebut. Billy mempertanyakan sikap dan cara pelayanan yang diterimanya, sedangkan pihak pengelola membantah adanya kekerasan fisik dan menjelaskan bahwa aturan pembayaran di muka memang berlaku bagi pengguna fasilitas toilet.
Sementara itu, Arya Wedakarna menyatakan sikapnya sebagai bentuk pembelaan terhadap pekerja lokal dan mengingatkan wisatawan agar menyampaikan keluhan dengan cara yang tidak merugikan pekerja maupun pelaku usaha. Polemik kemudian berkembang setelah Billy memilih memberikan respons langsung melalui media sosialnya.