Berita International

China Uji Maglev Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik

Devi Sry Atmaja 03 September 2026 2 penayangan

HUBEI, CHINA — China kembali menunjukkan kemajuan pesat dalam teknologi transportasi berkecepatan tinggi. Kendaraan maglev eksperimental berhasil mencapai 800 kilometer per jam hanya dalam 5,3 detik dalam sebuah pengujian di Provinsi Hubei. Uji coba tersebut dilakukan di East Lake High-Speed Railway Laboratory, menggunakan lintasan eksperimental sepanjang sekitar 1 kilometer. Kendaraan yang diuji memiliki bobot sekitar 1,11 ton dan berhasil mencapai kecepatan 800 km/jam setelah menempuh jarak sekitar 600 meter. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan teknologi magnetic levitation atau maglev, terutama untuk sistem transportasi yang membutuhkan akselerasi dan kecepatan sangat tinggi.

Angka 800 km/jam menjadi perhatian karena kendaraan tersebut mampu mencapainya hanya dalam waktu 5,3 detik. Sebagai gambaran, kecepatan 800 km/jam setara dengan sekitar 222 meter per detik. Artinya, kendaraan harus mengalami peningkatan kecepatan yang sangat besar dalam waktu yang amat singkat. Menariknya, pengujian ini bukan pencapaian pertama East Lake Laboratory. Dalam periode sekitar enam bulan, tim peneliti secara bertahap meningkatkan rekor kecepatan kendaraan eksperimental mereka. Pada Juni 2025, kendaraan uji berhasil mencapai 650 km/jam. Hanya sekitar satu bulan kemudian, kecepatannya meningkat menjadi 700 km/jam. Selanjutnya, dalam pengujian pada akhir 2025, kendaraan tersebut mampu mencapai 800 km/jam. Rangkaian pengujian tersebut menunjukkan bagaimana para peneliti terus menyempurnakan sistem propulsi, levitasi, pengendalian, serta keselamatan kendaraan pada kecepatan ekstrem.

Teknologi maglev bekerja dengan memanfaatkan gaya elektromagnetik untuk mengangkat dan menggerakkan kendaraan. Berbeda dengan kereta konvensional yang menggunakan roda dan rel, kendaraan maglev dapat dibuat melayang di atas lintasan. Kondisi ini mengurangi kontak mekanis antara kendaraan dan rel sehingga hambatan akibat gesekan dapat ditekan secara signifikan. Selain untuk membuat kendaraan melayang, elektromagnet juga digunakan sebagai sistem propulsi. Medan magnet di sepanjang lintasan dikendalikan secara elektronik. Perubahan kutub dan medan magnet menciptakan kombinasi gaya tarik dan gaya dorong yang menggerakkan kendaraan ke depan. Sederhananya, kendaraan seolah-olah terus mengikuti gelombang magnetik yang bergerak di sepanjang lintasan. Kecepatan gelombang elektromagnetik tersebut dapat dikendalikan dengan sangat presisi. Semakin cepat medan magnet bergerak, semakin tinggi pula kecepatan yang dapat dicapai kendaraan.

Meski angka 800 km/jam terdengar luar biasa, ada satu hal penting yang perlu diperjelas. Kendaraan yang diuji di Hubei bukan kereta penumpang komersial. Kendaraan tersebut merupakan platform eksperimental yang digunakan untuk menguji kemampuan teknologi maglev dan sistem propulsi elektromagnetik berkecepatan tinggi. Dengan demikian, pencapaian tersebut belum berarti masyarakat China dalam waktu dekat dapat menaiki kereta yang melaju 800 km/jam. Untuk membawa penumpang pada kecepatan seperti itu, masih terdapat banyak tantangan yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah keselamatan, kenyamanan penumpang, konsumsi energi, konstruksi lintasan, sistem pengereman, hingga biaya pembangunan dan pengoperasian. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula tantangan aerodinamika yang harus dihadapi.

Meski masih berada pada tahap eksperimen, rekor tersebut menunjukkan potensi besar teknologi maglev. Pengembangan teknologi ini tidak hanya berkaitan dengan kereta cepat, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi berbagai sistem transportasi elektromagnetik berkecepatan tinggi di masa depan. Keberhasilan mencapai 800 km/jam juga memberikan para peneliti data penting mengenai bagaimana sistem levitasi, propulsi, sensor, kendali, dan pengereman bekerja ketika kendaraan bergerak pada kecepatan ekstrem. Bagi China, pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya panjang untuk mengembangkan teknologi transportasi generasi berikutnya.

Jika pengembangan terus berhasil dilakukan, teknologi maglev berpotensi menghadirkan sistem transportasi yang jauh lebih cepat dibanding kereta konvensional. Namun untuk saat ini, rekor 800 km/jam tersebut masih merupakan pencapaian laboratorium, bukan kecepatan operasional kereta penumpang. Yang jelas, eksperimen di Hubei memperlihatkan satu hal: batas kecepatan transportasi berbasis elektromagnetik masih terus didorong semakin tinggi.

Topik

Memuat tag...