Como 1907 Menggila di Debut Liga Champions, RB Leipzig Dihancurkan 4-1
Como 1907 menorehkan sejarah dengan cara yang luar biasa. Dalam pertandingan debut mereka di Liga Champions 2026/2027, Como langsung menggebrak dengan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada laga pembuka fase liga Liga Champions musim ini. Como yang untuk pertama kalinya tampil di kompetisi antarklub elite Eropa justru mampu menghajar Leipzig, tim yang sudah memiliki pengalaman di panggung Eropa.
UEFA sebelumnya menempatkan Como sebagai salah satu dari empat klub debutan pada fase liga Liga Champions musim 2026/2027. Mereka juga menjadi satu-satunya debutan yang lolos langsung ke fase liga tanpa harus melewati babak kualifikasi.
Ekspektasi terhadap Como memang tidak sebesar klub-klub mapan Eropa. Namun, permainan mereka di hadapan pendukung sendiri justru menunjukkan bahwa status debutan tidak membuat tim asuhan Cesc Fabregas tersebut gentar menghadapi lawan dengan pengalaman internasional yang lebih panjang.
Como tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Intensitas permainan, keberanian menguasai bola, serta efektivitas serangan membuat Leipzig kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan empat gol yang membawa Como menuju kemenangan bersejarah.
Salah satu sosok yang tampil menonjol adalah Martin Baturina. Gelandang Como tersebut bahkan dinobatkan UEFA sebagai Player of the Match setelah turut menjadi bagian penting dari pesta kemenangan 4-1 atas Leipzig.
Kemenangan itu semakin istimewa karena Como tidak hanya sekadar meraih tiga poin. Mereka menunjukkan bahwa klub yang baru memasuki panggung Liga Champions tersebut mampu bersaing secara langsung dengan lawan yang sudah lebih berpengalaman di kompetisi Eropa.
RB Leipzig sendiri datang dengan reputasi yang jauh lebih mapan. Klub Jerman tersebut telah beberapa kali tampil di Liga Champions dan memiliki pengalaman menghadapi klub-klub besar Eropa. Namun, pengalaman itu tidak banyak membantu ketika mereka menghadapi Como di kandang lawan.
Kekalahan 1-4 tersebut membuat Leipzig harus pulang dengan pertanyaan besar mengenai performa mereka di pertandingan pertama. Sebaliknya, Como mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang sangat besar untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Bagi Como, kemenangan ini juga melanjutkan kisah kebangkitan klub yang dalam sejarahnya sempat mengalami perjalanan panjang dan tidak selalu berada di level tertinggi sepak bola Italia. Kini, klub asal Lombardy tersebut mampu berdiri di panggung terbesar Eropa dan langsung mencuri perhatian.
Perjalanan tersebut menjadi semakin menarik karena Como saat ini berada di bawah kepemimpinan Cesc Fabregas sebagai pelatih. Pendekatan permainan yang agresif dan keberanian memberikan peran kepada pemain-pemain kreatif menjadi salah satu wajah Como yang terlihat jelas dalam kemenangan atas Leipzig.
Atmosfer Stadio Giuseppe Sinigaglia juga menjadi bagian penting dari malam bersejarah tersebut. Dukungan suporter Como memberi energi tambahan bagi tim yang sedang memainkan pertandingan kompetitif Eropa pertama sepanjang sejarah klub.
Kemenangan telak atas Leipzig juga menunjukkan bahwa Como tidak datang ke Liga Champions sekadar untuk menikmati pengalaman. Mereka mengirimkan pesan bahwa status debutan tidak berarti harus menjadi pelengkap dalam kompetisi.
Tiga poin tersebut menjadi modal penting bagi Como untuk melanjutkan perjalanan di fase liga. Dalam format Liga Champions yang baru, setiap hasil memiliki arti besar karena posisi akhir klasemen akan menentukan perjalanan klub menuju fase berikutnya.
Setelah kemenangan besar tersebut, Como dijadwalkan menghadapi Feyenoord pada matchday kedua pada 14 Oktober 2026. Tantangan berikutnya akan kembali menguji konsistensi mereka setelah membuat kejutan pada laga pembuka.
Bagi Leipzig, kekalahan ini menjadi awal yang mengecewakan dan membuat mereka harus segera bangkit. Jadwal mereka berikutnya mempertemukan Leipzig dengan PSV Eindhoven pada 13 Oktober, sebelum menghadapi rangkaian lawan berat lainnya di fase liga.
Namun, malam kemenangan Como akan tetap tercatat sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan klub. Sebuah tim debutan datang ke Liga Champions tanpa beban besar, lalu justru menghancurkan lawan berpengalaman dengan skor 4-1.
Kemenangan tersebut juga memperkuat daya tarik Como di mata publik sepak bola internasional. Klub yang selama beberapa tahun terakhir berkembang pesat kini mulai menjadi salah satu cerita menarik dalam sepak bola Eropa.
Bagi para suporter, kemenangan itu tentu lebih dari sekadar tiga poin. Ini adalah pembuktian bahwa perjalanan panjang klub akhirnya membawa mereka ke panggung yang selama bertahun-tahun hanya menjadi impian.
Como 1907 kini tidak lagi sekadar pendatang baru di Liga Champions. Setelah membungkam RB Leipzig 4-1, mereka telah memperkenalkan diri kepada Eropa dengan cara paling meyakinkan: bermain berani, mencetak empat gol, dan membuka petualangan Liga Champions dengan kemenangan spektakuler.