Nasional

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Dua Kali, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Devi Sry Atmaja 03 September 2026 2 penayangan

LEMBATA – Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat. Gunung api yang berada di Pulau Lembata tersebut dilaporkan mengalami dua kali erupsi pada Selasa (1/9/2026) pagi, memicu kewaspadaan masyarakat dan otoritas setempat terhadap potensi ancaman bencana lanjutan. Menyikapi peningkatan aktivitas gunung, Pemerintah Kabupaten Lembata bersama pihak terkait segera mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak memasuki kawasan berbahaya di sekitar kawah. Pengunjung, pendaki, maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, zona larangan diperluas hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara gunung yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi akibat arah potensi lontaran material vulkanik maupun aliran lava. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah, Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tidak hanya ancaman letusan, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya sekunder yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Bahaya tersebut meliputi guguran lava, longsoran material vulkanik, hingga awan panas yang berpotensi meluncur melalui jalur-jalur lereng gunung. Menurut otoritas setempat, potensi ancaman tersebut dapat menjangkau sektor selatan, tenggara, barat, hingga timur laut Gunung Ili Lewotolok. Wilayah-wilayah yang berada di jalur aliran material vulkanik diminta lebih siaga, terutama saat terjadi peningkatan aktivitas erupsi atau hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu pergerakan material di lereng gunung.

Erupsi yang terjadi menjadi pengingat bahwa Gunung Ili Lewotolok merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang aktivitasnya terus dipantau secara intensif. Dalam beberapa tahun terakhir, gunung ini beberapa kali mengalami erupsi dengan karakteristik semburan abu vulkanik, lontaran material pijar, hingga aliran lava yang memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitarnya. Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan permukiman akibat dua kali erupsi yang terjadi pada Selasa pagi. Namun, aparat dan petugas kebencanaan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi dalam waktu singkat.

Pemerintah Kabupaten Lembata mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengacu pada sumber resmi. Warga juga diingatkan untuk segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat peningkatan aktivitas gunung yang tidak biasa. Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Topik

Memuat tag...