Nasional

Harga Pertamax Berpotensi Turun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Indonesia Sudah Lewati Masa Sulit Geopolitik

Devi Sry Atmaja 23 Juni 2026 2 penayangan

Jakarta – Kabar baik bagi pemilik kendaraan bermotor. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 berpotensi mengalami penurunan dalam waktu dekat setelah sempat mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (22 Juni 2026). Ia menilai perekonomian Indonesia kini mulai keluar dari periode tekanan berat akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

“Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Purbaya, stabilisasi dan potensi penurunan harga minyak dunia akan memberikan efek domino positif bagi perekonomian nasional. Penurunan harga BBM non-subsidi diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, menekan inflasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat dan sektor transportasi.

BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 memang sensitif terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga sebelumnya dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, namun tren positif saat ini membuka peluang penyesuaian harga yang lebih ramah konsumen.

Purbaya meyakini bahwa Indonesia telah melewati fase sulit dan kini memasuki periode pemulihan yang lebih stabil. Pemerintah akan terus fokus memperkuat fondasi ekonomi agar pertumbuhan dapat berjalan lebih optimal dan inklusif. “Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi domestik tanpa mengganggu subsidi BBM yang dialokasikan untuk masyarakat kurang mampu.

Kabar potensi penurunan harga Pertamax ini disambut positif oleh masyarakat, terutama kalangan pengemudi ojek online, angkutan umum, dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada harga bahan bakar. Penurunan harga BBM non-subsidi diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemulihan ekonomi di tingkat rumah tangga dan sektor produktif.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan PT Pertamina akan terus memantau perkembangan harga minyak global serta menyesuaikan kebijakan harga BBM secara tepat waktu dan transparan.

Topik

Memuat tag...