Football

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Pemain Inggris

Devi Sry Atmaja 28 Oktober 2026 2 penayangan

Harry Kane berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or 2026. Penyerang Bayern Munich sekaligus kapten Timnas Inggris itu dinobatkan sebagai pemain sepak bola terbaik dunia dalam seremoni yang digelar di London Palladium, Inggris, Senin (26/10/2026) malam waktu setempat atau Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Kane mengungguli sejumlah pemain papan atas dunia, termasuk Kylian Mbappe yang menempati posisi kedua dan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, di urutan ketiga. Gelandang Rodri berada di posisi keempat, disusul Lionel Messi yang menempati peringkat kelima.

Penghargaan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Kane. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or kategori putra sejak Michael Owen meraihnya pada 2001. Dengan demikian, Kane mengakhiri penantian selama 25 tahun bagi pemain Inggris untuk kembali membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.

Keberhasilan Kane tidak terlepas dari penampilan impresifnya sepanjang musim 2025–2026. Bersama Bayern Munich, ia mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan di seluruh kompetisi. Jika digabungkan dengan kontribusinya bersama Timnas Inggris, Kane membukukan total 73 gol dalam 65 penampilan sepanjang musim tersebut.

Ketajaman Kane menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Bayern Munich meraih gelar Bundesliga dan Piala Jerman. Ia juga kembali menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga untuk musim ketiga berturut-turut serta mencatatkan 14 gol di Liga Champions saat Bayern melaju hingga babak semifinal. Di level internasional, Kane turut berperan dalam perjalanan Timnas Inggris yang finis di posisi ketiga Piala Dunia 2026. Sebagai kapten, ia menjadi salah satu pemain penting dalam skuad The Three Lions sepanjang turnamen.

Gelar Ballon d’Or 2026 sekaligus menjadi pengakuan atas konsistensi Kane sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia. Sebelum menerima penghargaan utama tersebut, ia juga meraih trofi Gerd Müller sebagai Striker Terbaik Putra, yang diberikan kepada pemain dengan catatan gol menonjol. Dalam pidato setelah menerima penghargaan, Kane mengaku hampir tidak bisa berkata-kata. Ia menyebut penyelenggaraan seremoni di London membuat kemenangan tersebut terasa semakin istimewa.

“Saya hampir tidak bisa berkata-kata. Berada di London membuat semuanya terasa lebih istimewa,” ujar Kane.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanan kariernya, mulai dari rekan setim, pelatih, staf klub dan tim nasional, hingga keluarga serta para penggemar. Kane secara khusus mengapresiasi rekan-rekannya di Bayern Munich yang dinilainya turut mendorong perkembangan dirinya sebagai pemain. Menurut dia, persaingan dan dukungan di dalam tim membuatnya terus berusaha meningkatkan kemampuan.

Ia juga mengenang perjalanan panjangnya bersama Tottenham Hotspur, klub yang membesarkannya sejak usia 11 tahun dan menjadi bagian penting dari perkembangan karier profesionalnya sebelum bergabung dengan Bayern Munich pada 2023. Kemenangan Kane menjadi salah satu sorotan utama dalam penyelenggaraan Ballon d’Or edisi ke-70. Untuk pertama kalinya, seremoni penghargaan tersebut digelar di London, bukan di Paris, sebagai penghormatan kepada Stanley Matthews, penerima Ballon d’Or perdana pada 1956.

Selain Kane, sejumlah penghargaan lain juga diberikan dalam acara tersebut. Alexia Putellas meraih Ballon d’Or putri, sedangkan Lamine Yamal memenangkan penghargaan pemain muda terbaik putra. Unai Simón terpilih sebagai penjaga gawang terbaik putra, sementara Luis de la Fuente dinobatkan sebagai pelatih terbaik putra. Dengan torehan gol luar biasa dan keberhasilan meraih gelar bersama Bayern Munich, Kane kini menempatkan namanya dalam daftar elite pemenang Ballon d’Or. Penghargaan ini juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya setelah bertahun-tahun membuktikan diri sebagai salah satu penyerang paling konsisten di sepak bola Eropa.

Topik

Memuat tag...