Football

Suporter Persija Dilarang Away hingga Pertengahan Musim, Persita dan Macan Kemayoran Sama-sama Kena Sanksi

Fazlur Rahman 26 Oktober 2026 2 penayangan

Suporter Persija Jakarta harus menerima konsekuensi setelah insiden kerusuhan yang terjadi dalam pertandingan melawan Persita Tangerang di ajang Super League. Akibat insiden tersebut, suporter tim berjuluk Macan Kemayoran dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim saat menjalani pertandingan tandang hingga pertengahan musim.

Keputusan sanksi tersebut disampaikan CEO I.League, Ferry Paulus, di kantor I.League pada Rabu (21/10/2026). Ferry menjelaskan, keputusan diambil setelah Komite Disiplin (Komdis) menjalani sidang selama dua hari untuk membahas insiden yang terjadi dalam pertandingan Persita kontra Persija di Banten International Stadium.

Dalam proses pemeriksaan, kedua klub dinilai memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung. Persita sebagai tuan rumah dan Persija sebagai tim tamu sama-sama dinyatakan bersalah dalam konteks pengamanan serta pengendalian situasi pertandingan.

Karena itu, sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada salah satu pihak. Kedua klub dikenai hukuman berupa denda, sementara larangan kehadiran suporter tim tamu juga menjadi bagian dari keputusan yang diambil setelah sidang Komdis.

Hukuman larangan away menjadi perhatian khusus bagi pendukung Persija. Selama masa sanksi berlaku, suporter Macan Kemayoran tidak diperbolehkan hadir langsung untuk mendukung tim kesayangannya ketika Persija bermain di kandang lawan. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi atmosfer pertandingan, mengingat kehadiran suporter kerap menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah klub sepanjang kompetisi.

Bagi Persija, dukungan suporter selama pertandingan tandang selama ini menjadi salah satu unsur yang memperkuat hubungan antara tim dan pendukungnya. Namun, insiden yang berujung pada sanksi tersebut menunjukkan bahwa perilaku suporter dan tanggung jawab penyelenggara pertandingan tetap menjadi perhatian penting dalam kompetisi sepak bola profesional.

Di sisi lain, Persita sebagai tuan rumah juga menerima konsekuensi atas penilaian Komdis terkait tanggung jawab menjaga ketertiban pertandingan. Sanksi terhadap kedua klub memperlihatkan bahwa penyelenggaraan pertandingan tidak hanya menyangkut hasil di lapangan, tetapi juga kewajiban seluruh pihak untuk memastikan suasana tetap aman dan tertib.

Sidang yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari proses penegakan regulasi kompetisi. Pemberian sanksi diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi klub, suporter, dan pihak penyelenggara agar insiden serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Meski demikian, rincian mengenai besaran denda, tanggal pasti berakhirnya larangan away, serta jumlah pertandingan yang terdampak belum dijelaskan secara terperinci dalam informasi yang tersedia. Kepastian mengenai penerapan sanksi tersebut perlu mengacu pada keputusan resmi Komdis I.League.

Hukuman ini menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan pertandingan merupakan tanggung jawab bersama. Klub, suporter, panitia pelaksana, dan pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama agar kompetisi Super League berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap menghadirkan atmosfer sepak bola yang positif bagi semua pihak.

Topik

Memuat tag...