Nasional

Jampidsus Febrie Adriansyah Tanggapi Isu Keterkaitan dengan Kasus Blackout Listrik: “Masih Tunggu Hasil Pendalaman Penyidik”

Devi Sry Atmaja 10 Juli 2026 3 penayangan

Jakarta – Isu dugaan korupsi di balik pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, akhirnya angkat bicara soal keterkaitan namanya dengan penanganan perkara tersebut.

Dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), Febrie menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pendalaman dari tim penyidik untuk melihat detail perkara secara menyeluruh. Ia mengaku tidak paham mengapa namanya dikait-kaitkan langsung dengan kasus blackout.

“Yang pertama blackout, saya juga tidak paham ada kaitan Jampidsus dengan blackout,” ujar Febrie tegas.

Meski membantah pemahaman atas keterkaitan pribadinya, Jampidsus Febrie mengonfirmasi bahwa permasalahan yang sedang berkembang diduga kuat berkaitan dengan proses pengadaan bahan bakar fosil, khususnya batu bara, untuk sektor kelistrikan nasional. Kasus ini ditengarai menjadi pemicu pemadaman bergilir di Sumatera dan beberapa wilayah lain beberapa waktu lalu.

Dugaan penyimpangan ini melibatkan manipulasi kualitas (kalori) dan kuantitas batu bara oleh dua perusahaan vendor PLN, yakni PT UBP dan PT BRA. Akibatnya, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp5 triliun selama periode 2018–2026. Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi terkait kasus ini.

Febrie menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif untuk mengusut tuntas perkara ini. Ia menyarankan agar instansi terkait segera melakukan audit secara menyeluruh dan mendalam terhadap seluruh rantai pasok serta administrasi pengadaan bahan bakar fosil.

“Guna mengusut ada atau tidaknya pelanggaran pidana, sebaiknya dilakukan audit terlebih dahulu,” imbuhnya.

Kasus ini mencuat setelah Polri melakukan serangkaian penggeledahan yang memicu spekulasi publik, termasuk pengamanan oleh TNI di kediaman Febrie Adriansyah. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang menyatakan Febrie sebagai tersangka atau pihak yang diperiksa dalam kasus pengadaan batu bara tersebut. Febrie sendiri menyarankan agar publik dan media bertanya langsung kepada pihak kepolisian sebagai penanggung jawab penyidikan.

Pemadaman listrik massal yang terjadi belakangan ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang keandalan infrastruktur kelistrikan nasional serta integritas proses pengadaan barang dan jasa di sektor strategis.

Topik

Memuat tag...