Jauh Sebelum Purbaya Dicopot, Rocky Gerung Sudah Sentil Pemahamannya soal Prabowonomics
Jauh sebelum Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada 14 September 2026, pengamat politik Rocky Gerung telah melontarkan kritik tajam terhadap cara Purbaya memahami arah ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat hadir dalam podcast Total Politik yang tayang pada 8 April 2026. Dalam perbincangan itu, Rocky menilai sebagian menteri Kabinet Merah Putih belum mampu menangkap gagasan besar yang dibawa Prabowo, khususnya dalam bidang ekonomi.
Purbaya menjadi salah satu nama yang secara khusus disoroti Rocky. Ia menilai mantan Menkeu tersebut terlalu menitikberatkan pendekatan teknis dan statistik dalam membaca kebijakan ekonomi, sementara apa yang disebutnya sebagai Prabowonomics memiliki dimensi gagasan yang lebih luas.
“Purbaya cuma ngerti tentang statistik, dia nggak paham apa yang diinginkan Prabowo,” ujar Rocky dalam podcast tersebut.
Rocky bahkan menyebut sebagian besar menteri dalam kabinet Prabowo belum memahami secara utuh jalan pikiran Presiden. Menurut dia, persoalan bukan semata-mata terletak pada benar atau salahnya kebijakan, melainkan pada kemampuan para pembantu Presiden menerjemahkan visi tersebut menjadi kebijakan yang dapat dipahami publik.
Dalam pandangan Rocky, Prabowonomics tidak cukup dibaca sebagai serangkaian angka pertumbuhan, kebijakan anggaran, atau indikator makroekonomi. Ia melihatnya sebagai gagasan ekonomi yang berkaitan dengan peran negara, distribusi sumber daya, ekonomi kerakyatan, serta upaya menciptakan keadilan sosial.
Karena itu, Rocky menilai seorang menteri seharusnya tidak hanya mampu menjalankan aspek administratif dan teknokratis, tetapi juga memahami landasan ideologis dari kebijakan Presiden. Ketika kemampuan tersebut tidak dimiliki, kebijakan pemerintah berisiko sulit diterangkan kepada masyarakat dan mudah menimbulkan perdebatan yang tidak menyentuh substansi.
Kritik Rocky terhadap Purbaya kini kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada Senin, 14 September 2026. Purbaya diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan dan digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Pelantikan Suahasil berlangsung di Istana Negara pada hari yang sama.
Namun, tidak ada keterangan resmi dari pemerintah yang menyebut kritik Rocky Gerung maupun persoalan pemahaman terhadap Prabowonomics sebagai alasan Purbaya diganti. Karena itu, kemunculan kembali pernyataan Rocky setelah reshuffle lebih tepat dipandang sebagai sorotan publik terhadap pernyataan lama yang kembali relevan secara waktu, bukan sebagai bukti bahwa kritik tersebut menjadi penyebab pergantian Menteri Keuangan.
Di sisi lain, Suahasil yang kini mengambil alih kursi Menteri Keuangan justru menegaskan bahwa pergantian tersebut tidak berarti perubahan total arah kebijakan. Seusai dilantik, ia mengatakan akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan dan memastikan proses transisi berjalan dengan baik.
Suahasil juga membawa pesan Presiden mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia menyatakan pengelolaan APBN harus dilakukan secara hati-hati, namun tetap mampu mendukung program-program prioritas pemerintah.
Komitmen tersebut menjadi penting karena Menteri Keuangan berada di posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja negara dan disiplin fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan ruang anggaran untuk menjalankan berbagai agenda prioritas. Di sisi lain, kredibilitas APBN, pengendalian defisit, serta kepercayaan investor tetap harus dipertahankan.
Rocky sendiri dalam perbincangan dengan Total Politik menekankan bahwa persoalan ekonomi pemerintahan Prabowo tidak berhenti pada persoalan teknis. Ia melihat terdapat kebutuhan agar para menteri mampu menjelaskan alasan di balik kebijakan Presiden secara substantif, sehingga publik tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga memahami kerangka pemikiran yang mendasarinya.
Pernyataan itu menjadi menarik untuk dibaca kembali setelah pergantian Menteri Keuangan terjadi. Sebab, Purbaya sebelumnya dikenal sebagai figur yang kuat dalam pendekatan teknokratis, sementara Suahasil merupakan ekonom yang telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan dan menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Dengan masuknya Suahasil, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan roda Kementerian Keuangan tetap berjalan, tetapi juga bagaimana kebijakan fiskal pemerintah diterjemahkan secara konsisten dengan agenda ekonomi Presiden. Pada titik inilah kemampuan teknokratis dan kemampuan membaca arah politik-ekonomi pemerintahan akan kembali menjadi perhatian.
Reshuffle 14 September 2026 akhirnya membuat pernyataan Rocky beberapa bulan sebelumnya memperoleh sorotan baru. Kritik yang awalnya disampaikan sebagai penilaian terhadap kapasitas sejumlah menteri kini kembali diperbincangkan bersamaan dengan perubahan besar di Kementerian Keuangan.
Meski demikian, hubungan antara kritik tersebut dan keputusan Presiden mengganti Purbaya belum dapat dipastikan. Yang kini jelas, Suahasil Nazara mendapat tugas meneruskan kendali fiskal negara dengan mandat menjaga kesehatan APBN sekaligus memastikan anggaran tetap mampu menjadi instrumen untuk menjalankan agenda pemerintahan Prabowo.