Nasional

Kebakaran Hebat Landa Gudang Ban Bekas di Mojokerto, Lokasi Dekat SPBU, Tumpukan Ban Langsung Membesar

Devi Sry Atmaja 26 Oktober 2026 2 penayangan

Kebakaran melanda tempat penyimpanan ban bekas di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) sore. Kobaran api dengan cepat membesar karena banyaknya tumpukan ban yang tersimpan di area terbuka. Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga penanganan cepat diperlukan untuk mencegah api merembet ke area sekitarnya. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Sopi’i, petugas keamanan atau satpam yang berjaga di lokasi penyimpanan ban bekas tersebut. Saat menyadari munculnya api, ia berupaya mengetahui kondisi di area belakang tempat penyimpanan. Namun, kobaran api yang telanjur membesar membuat upaya pemadaman awal tidak dapat dilakukan secara efektif.

Sopi’i menjelaskan bahwa banyaknya tumpukan ban bekas membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Material ban yang menumpuk di lokasi menjadi tantangan dalam upaya penanganan awal kebakaran. Situasi tersebut membuat api sulit dipadamkan sebelum menjalar lebih luas ke area penyimpanan.

“Ini gudang penyimpanan ban bekas, api langsung membesar karena banyak tumpukan. Api muncul di tumpukan ban itu, kalau orang yang membakar kurang tahu,” kata Sopi’i, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyebab awal munculnya api belum diketahui secara pasti. Dugaan mengenai kemungkinan adanya pihak yang membakar ban juga belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Menurut keterangan Sopi’i, saat api pertama kali muncul, terdapat pekerja di area gudang. Begitu mengetahui adanya kebakaran, para pekerja langsung bergegas menyelamatkan diri ke luar gudang dan menjauh dari lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko terjebak di tengah kobaran api yang semakin membesar. Sementara itu, Kapolsek Trowulan, Kompol Gusti NK Swastama, membenarkan bahwa lokasi yang terbakar merupakan tempat penyimpanan atau penampungan ban bekas. Pihak kepolisian telah memberikan keterangan mengenai kondisi awal kejadian dan menyatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul dan faktor apa saja yang memicu kebakaran.

“Tiba-tiba ada asap di belakang, lalu satpam yang mengetahui ada api lari ke belakang dan tidak bisa memadamkan api. Tidak ada karyawan sama sekali,” terang Gusti.

Keterangan tersebut menggambarkan situasi ketika api mulai diketahui di area penyimpanan. Meski demikian, terdapat perbedaan keterangan mengenai keberadaan pekerja saat kejadian, sehingga kondisi tersebut perlu diperjelas melalui pemeriksaan lebih lanjut. Keberadaan SPBU yang berdekatan dengan lokasi kebakaran turut menjadi perhatian dalam penanganan insiden ini. Tumpukan ban bekas yang terbakar berpotensi menimbulkan kobaran api dan asap pekat, sementara jarak yang dekat dengan fasilitas pengisian bahan bakar membuat langkah pencegahan perambatan api menjadi sangat penting. Karena itu, area di sekitar lokasi perlu diamankan untuk mengurangi risiko terhadap pekerja maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Gusti menjelaskan bahwa ban bekas yang berada dekat dengan SPBU dipindahkan untuk mencegah api merembet ke area tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi bahaya di tengah kebakaran. Pemindahan material yang berada di sekitar lokasi berisiko menjadi bagian penting dari pengamanan, terutama ketika terdapat fasilitas yang membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi terhadap sumber api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal mula munculnya api di tumpukan ban bekas tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian, gangguan teknis, aktivitas tertentu, atau penyebab lain. Semua kemungkinan tersebut perlu didasarkan pada temuan di lapangan dan hasil penyelidikan resmi. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kebakaran di lokasi penyimpanan material yang mudah terbakar. Penataan tumpukan barang, pengawasan rutin, kesiapan peralatan pemadam, serta akses bagi petugas darurat merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan area penyimpanan. Langkah pencegahan menjadi semakin penting apabila lokasi usaha berdekatan dengan fasilitas umum atau tempat yang memiliki potensi bahaya tinggi.

Masyarakat di sekitar Desa Domas, Kecamatan Trowulan, diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan penanganan kebakaran tersebut. Sementara itu, penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh dan memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran. Prioritas utama dalam penanganan insiden seperti ini adalah menjaga keselamatan masyarakat, mencegah api meluas, serta memastikan kondisi di sekitar lokasi kembali aman.

Topik

Memuat tag...