Nasional

Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Ditetapkan sebagai Calon Kapolri oleh DPR

Devi Sry Atmaja 01 Oktober 2026 5 penayangan

JAKARTA - Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi ditetapkan sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh DPR RI. Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2026-2027. Rapat digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Proses politik di parlemen berjalan lancar dan berakhir dengan keputusan aklamasi. Usai ditetapkan sebagai calon Kapolri, Suyudi Ario Seto menyampaikan rasa terima kasih kepada sejumlah pihak. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Ucapan serupa juga disampaikan kepada pimpinan DPR dan Ketua Komisi III DPR. Momen tersebut menjadi penutup dari rangkaian fit and proper test yang telah dilaluinya. Dalam keterangannya, Suyudi mengungkapkan rasa syukur atas proses yang berjalan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan juga kepada pimpinan DPR, Ketua Komisi III DPR, yang alhamdulillah pada pagi hari ini kami telah melaksanakan kegiatan fit and proper test di Komisi III DPR, dan telah diterima secara aklamasi untuk menjadi Kapolri,” kata Suyudi. 

Fit and proper test di Komisi III DPR menjadi tahapan penting sebelum penetapan di rapat paripurna. Suyudi berhasil melewati uji kelayakan dan kepatutan dengan baik. Penerimaan secara aklamasi menunjukkan dukungan solid dari seluruh fraksi. Proses di Senayan berlangsung tertib dan sesuai mekanisme. Suyudi Ario Seto juga meminta dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan amanah ke depan. Ia secara khusus meminta dukungan masyarakat, pers, dan seluruh insan Bhayangkara. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik. Komitmen untuk bekerja optimal disampaikan di hadapan media. 

Rencananya, Suyudi Ario Seto akan dilantik sebagai Kapolri pada siang hari ini oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan menjadi tahapan final setelah mendapatkan persetujuan DPR. Transisi kepemimpinan di tubuh Polri dipastikan berjalan mulus. Seluruh jajaran Bhayangkara menunggu kepemimpinan yang baru.

Penetapan Suyudi sebagai calon Kapolri menjadi babak baru bagi institusi kepolisian. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Pengalaman panjang di berbagai posisi strategis menjadi bekal penting. Publik menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan yang akan datang. Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun 2026-2027 menjadi momentum bersejarah. Seluruh anggota DPR yang hadir memberikan dukungan terhadap usulan Presiden. Proses demokrasi berjalan sesuai koridor konstitusi. Hubungan eksekutif dan legislatif terlihat harmonis dalam penanganan isu strategis ini. Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Kapolri. Ucapan terima kasih yang disampaikan mencerminkan sikap rendah hati. Ia menyadari besarnya tanggung jawab yang akan dipikul. Dukungan dari seluruh pihak menjadi modal utama dalam menjalankan tugas.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga mengapresiasi proses fit and proper test yang digelar Komisi III. Penerimaan secara aklamasi menjadi bukti kepercayaan yang diberikan. Ia berjanji tidak akan mengecewakan amanah tersebut. Profesionalisme dan integritas menjadi komitmen yang dipegang teguh. Dukungan kepada masyarakat, pers, dan insan Bhayangkara diminta secara terbuka oleh Suyudi. Ia menyadari bahwa keberhasilan kepemimpinan Kapolri tidak lepas dari dukungan kolektif. Sinergi dengan berbagai elemen bangsa menjadi kunci. Polri di bawah kepemimpinannya diharapkan semakin dekat dengan rakyat.

Pelantikan yang dijadwalkan Kamis (1/10/2026) siang menjadi penutup dari seluruh proses formal. Presiden Prabowo Subianto akan secara resmi mengangkat Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Momen tersebut dinanti seluruh jajaran kepolisian. Transisi kepemimpinan diharapkan membawa semangat baru. Dengan ditetapkannya Suyudi Ario Seto, posisi Kapolri segera terisi oleh sosok yang telah melalui uji kelayakan. Proses di DPR berjalan cepat dan solid. Aklamasi menjadi bukti tidak adanya penolakan dari fraksi-fraksi. Stabilitas institusi Polri menjadi perhatian utama.

Topik

Memuat tag...