Nasional

Reshuffle Ketujuh Prabowo: Listyo Sigit Jadi KSP, Suyudi Pimpin Polri, Bahlil hingga Sugiono Dapat Posisi Baru

Fazlur Rahman 01 Oktober 2026 3 penayangan

Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan Kabinet Merah Putih dan sejumlah jabatan strategis pemerintahan pada Kamis (1/10/2026). Perubahan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, tersebut menjadi reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dalam perombakan kali ini, sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, mulai dari tingkat menteri koordinator, menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satu perubahan paling menonjol adalah pergantian Kapolri dari Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Pada saat yang sama, Listyo Sigit tidak meninggalkan pemerintahan. Mantan Kapolri tersebut dipercaya menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Pelantikan Listyo sebagai KSP dilakukan Presiden Prabowo bersamaan dengan sejumlah pejabat lainnya di Istana Negara.

Perubahan di tubuh Polri sebelumnya telah melalui proses ketatanegaraan di DPR. Presiden Prabowo mengirimkan Surat Presiden Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 yang berisi usulan pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan Kapolri sekaligus pengangkatan Kapolri baru.

Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri. Setelah menjalani fit and proper test

Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam uji kelayakan di DPR, ia membawa gagasan kepemimpinan dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat” dan menekankan pentingnya menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari tugas kepolisian.

Sementara itu, perubahan di jajaran kementerian juga cukup besar. Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Sugiono bergeser dari posisi Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Posisi Menteri Luar Negeri kemudian diisi Arrmanatha Nasir, yang sebelumnya merupakan Wakil Menteri Luar Negeri dan pernah menjadi perwakilan tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Di bidang politik dan keamanan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan mendapat penugasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara itu, Muhammad Sarmuji dipercaya menjadi Menteri Perindustrian. Sarmuji sebelumnya dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar dan kini mendapat penugasan baru dalam kabinet untuk menangani sektor perindustrian.

Pada tingkat wakil menteri, Presiden Prabowo mengangkat Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Dua nama sekaligus mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Perubahan juga terjadi di Kementerian Pertanian dengan pengangkatan Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian. Sementara Irwan Meilano dipercaya menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Di luar kementerian, Listyo Sigit bukan satu-satunya pejabat yang memperoleh penugasan baru. Dedy Prasetyo mendapat posisi sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional. Kemudian Aryanto Wibowo dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Muhammad Fadhil Imran diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Dengan perubahan tersebut, reshuffle 1 Oktober 2026 tidak hanya menyentuh susunan kabinet, tetapi juga sejumlah lembaga dan posisi strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan pemerintahan.

Perubahan di lingkungan Istana juga memiliki kaitan langsung dengan pergantian pucuk pimpinan Polri. Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat KSP berpindah ke posisi Menko Polkam, sementara jabatan KSP kemudian ditempati Listyo Sigit.

Rangkaian perubahan tersebut berlangsung dalam satu momentum dengan pergantian Kapolri. Setelah sebelumnya masih mendampingi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya pada pagi hari, Listyo Sigit kemudian menjalani babak baru dalam kariernya setelah dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Sebelum pelantikan, Listyo menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru Polri dapat meneruskan program-program yang telah berjalan dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain perubahan di kabinet dan Polri, terdapat pula perubahan pada jajaran Ombudsman Republik Indonesia dengan masuknya Nuzran Joher sebagai Ketua dan Radyan Sam sebagai anggota.

Secara keseluruhan, rangkaian pelantikan pada 1 Oktober 2026 mencakup sedikitnya 18 pejabat dalam berbagai posisi strategis. Perubahan tersebut meliputi tiga posisi menteri koordinator, dua menteri, sejumlah wakil menteri, kepala dan wakil kepala lembaga, jajaran Ombudsman, serta pimpinan baru Polri.

Reshuffle ini menjadi perubahan besar dalam susunan pemerintahan Prabowo pada tahun kedua masa pemerintahannya. Sejumlah pejabat bergeser ke posisi baru, sementara beberapa posisi strategis diisi oleh nama yang sebelumnya berada di lembaga atau kementerian lain.

Dengan pelantikan tersebut, susunan pemerintahan memasuki fase baru dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang kembali berubah. Di tengah perubahan itu, perhatian publik akan tertuju pada pelaksanaan tugas para pejabat baru serta bagaimana mereka menerjemahkan mandat Presiden dalam menjalankan program pemerintahan hingga akhir periode 2024–2029.

Topik

Memuat tag...