Nasional

Koperasi Merah Putih Bakal Punya Gerai Obat hingga Layanan KUR, Ferry Juliantono Ungkap Rencana Besarnya

Fazlur Rahman 19 Oktober 2026 2 penayangan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan rencana pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, koperasi ini juga dirancang menghadirkan gerai obat, klinik, layanan keuangan mikro, perdagangan, hingga logistik.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat koperasi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah. Melalui KDKMP, pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang memungkinkan warga memperoleh berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi tanpa harus selalu bergantung pada penyedia dari luar wilayahnya.

Ferry menjelaskan, KDKMP memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari menyediakan barang kebutuhan sehari-hari hingga mendukung distribusi komoditas bersubsidi. Dalam rancangan tersebut, koperasi juga dapat menjadi pusat kegiatan perdagangan dan pengelolaan produk lokal, sehingga potensi ekonomi desa memiliki saluran pemasaran yang lebih terorganisasi. 

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil. Ferry menyebut KDKMP berpotensi menjadi jalur penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga warga desa memiliki lebih banyak kesempatan memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan dapat membantu menghubungkan pelaku usaha dengan lembaga keuangan yang menyalurkan KUR. Pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan produktif, seperti menambah persediaan barang, membeli peralatan usaha, memperluas kapasitas produksi, atau mengembangkan kegiatan perdagangan.

Namun, penyaluran KUR melalui koperasi tetap membutuhkan mekanisme yang jelas dan koordinasi dengan lembaga penyalur sesuai ketentuan program. Akses pembiayaan juga perlu disertai pendampingan usaha agar dana yang diterima dapat digunakan secara produktif dan kewajiban pembayaran kembali tetap terkelola dengan baik.

Keberadaan layanan keuangan mikro di KDKMP juga dinilai berpotensi memperluas pilihan pembiayaan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Sejumlah wilayah pedesaan masih menghadapi tantangan berupa jarak ke lembaga keuangan, keterbatasan informasi, serta sulitnya memperoleh pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

Meski demikian, keberhasilan koperasi dalam memperluas akses keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan pinjaman. Kemudahan prosedur, transparansi biaya, kualitas pendampingan, serta tata kelola yang sehat akan menentukan apakah layanan tersebut benar-benar membantu masyarakat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Selain sektor perdagangan dan pembiayaan, KDKMP dirancang menyediakan layanan yang lebih beragam, termasuk gerai obat dan klinik. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendekatkan sebagian kebutuhan kesehatan kepada masyarakat desa dan kelurahan. Pelaksanaannya tentu memerlukan pemenuhan standar pelayanan, perizinan, tenaga profesional, serta ketentuan yang berlaku di bidang kesehatan.

Di bidang logistik, koperasi berpotensi menjalankan fungsi pergudangan, penyimpanan hasil produksi, dan distribusi barang. Fungsi ini dapat membantu menghubungkan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. Apabila dikelola dengan baik, koperasi juga dapat menjadi pembeli atau penampung hasil produksi masyarakat sehingga pelaku usaha memiliki alternatif pemasaran.

Pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa KDKMP diarahkan untuk mendukung distribusi berbagai barang bersubsidi, termasuk beras, minyak goreng, pupuk, dan LPG 3 kilogram. Koperasi juga diproyeksikan menjadi bagian dari penyaluran sejumlah program pemerintah serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif di desa. 

Ferry turut menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengembangan ekosistem KDKMP. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung berbagai layanan dan kegiatan ekonomi, mulai dari pengelolaan persediaan, pencatatan transaksi, administrasi anggota, hingga pengembangan jaringan perdagangan dan pembiayaan.

Digitalisasi juga berpotensi membantu koperasi memperbaiki transparansi dan efisiensi operasional. Dengan pencatatan yang tertata, pengelola dapat memantau arus barang dan keuangan, sementara anggota memiliki kesempatan untuk mengetahui perkembangan usaha koperasi secara lebih jelas. Meski begitu, penerapannya membutuhkan infrastruktur digital yang memadai, sumber daya manusia yang terlatih, serta perlindungan data anggota.

Rencana tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Kementerian Koperasi sebelumnya menyampaikan bahwa puluhan ribu bangunan KDKMP telah selesai dibangun, sementara sebagian lainnya masih menjalani proses verifikasi dan validasi sebelum operasional. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi tidak hanya memiliki bangunan dan berbagai unit layanan, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Kesiapan pengelola, kecocokan jenis usaha dengan kebutuhan masyarakat, ketersediaan pasokan, akses pasar, serta pengawasan keuangan akan menentukan keberhasilan operasional di setiap wilayah.

Koperasi juga perlu dibangun dengan prinsip partisipasi anggota dan tata kelola yang akuntabel. Dengan demikian, kegiatan usaha tidak hanya berorientasi pada penyediaan layanan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota dan masyarakat sekitar.

Jika berbagai rencana tersebut dapat diterapkan secara efektif, KDKMP berpeluang berkembang menjadi pusat layanan ekonomi yang menghubungkan kebutuhan rumah tangga, usaha mikro, produk lokal, pembiayaan, dan distribusi barang dalam satu ekosistem. Namun, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat akan sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan, keberlanjutan usaha, serta kemampuan koperasi menjawab kebutuhan nyata di setiap desa dan kelurahan.

Topik

Memuat tag...