Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah Jadi Lima Orang, Relawan Munawi Meninggal Usai Alami Luka Bakar 51 Persen
Duka menyelimuti upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut bertambah menjadi lima orang setelah Munawi, relawan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sore.
Munawi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Ia sebelumnya mengalami luka bakar saat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, membenarkan kabar meninggalnya Munawi. Ia menyampaikan bahwa kepergian relawan tersebut menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama terlibat dalam upaya menjaga kawasan konservasi tersebut.
Rudijanta mengenang Munawi sebagai sosok yang aktif membantu pemadaman kebakaran di kawasan Bromo. Dedikasinya dalam mendukung upaya pengendalian karhutla menjadi bagian penting dari pengabdiannya terhadap kelestarian kawasan taman nasional.
“Kepergian beliau menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan-rekan, dan masyarakat yang selama ini bersama-sama terlibat dalam upaya menjaga kawasan. Semoga segala kebaikan dan pengabdian beliau menjadi kenangan baik bagi kita semua,” ungkap Rudijanta.
Sementara itu, pihak RSUD Dr. Soetomo menjelaskan bahwa kondisi Munawi cukup berat akibat luka bakar yang dialaminya. Staf Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, menyampaikan bahwa luka bakar yang diderita Munawi mencapai sekitar 51 persen dari luas permukaan tubuh.
Selain luka bakar yang luas, Munawi juga mengalami gagal organ multipel. Kondisinya dilaporkan memburuk sejak Senin pagi, ditandai dengan penurunan tekanan darah dan detak jantung. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada sore hari.
Meninggalnya Munawi menambah jumlah korban jiwa dalam rangkaian penanganan kebakaran di kawasan TNBTS menjadi lima orang. Bertambahnya korban kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi petugas dan relawan ketika berupaya memadamkan api di kawasan hutan dan lahan, terutama ketika kondisi kebakaran menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan personel di lapangan.
Relawan MMP memiliki peran dalam mendukung petugas kehutanan, termasuk membantu kegiatan perlindungan kawasan dan penanganan gangguan di wilayah taman nasional. Dalam situasi karhutla, keterlibatan relawan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan api dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Namun, upaya pemadaman di kawasan hutan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi medan, perubahan arah angin, serta penyebaran api dapat meningkatkan risiko bagi personel yang bekerja di lokasi. Karena itu, keselamatan petugas dan relawan menjadi aspek penting dalam setiap operasi penanganan kebakaran.
Kepergian Munawi meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekannya yang selama ini bekerja bersama dalam menjaga kawasan Bromo. Ucapan belasungkawa dari pihak pengelola taman nasional menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum dalam membantu penanganan karhutla.
Dengan bertambahnya korban meninggal dunia menjadi lima orang, perhatian kini tertuju pada penanganan dampak kebakaran sekaligus upaya memastikan keselamatan seluruh personel yang masih terlibat di lapangan. Pengabdian Munawi menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi mereka yang berada di garis depan dalam upaya melindungi kawasan hutan dan lingkungan.