Nasional

Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu, Kini Jadi Wamenkeu: Usai Hibernasi, Siap Kejar Target

Fazlur Rahman 02 Oktober 2026 2 penayangan

Luky Alfirman kembali menjejakkan kaki di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (1/10/2026). Namun, kali ini ia datang dengan jabatan baru sebagai Wakil Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Kedatangan Luky bersama Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman disambut sejumlah pejabat dan pegawai Kemenkeu. Menteri Keuangan Suahasil Nazara turut hadir menyambut keduanya, bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama.

Momen tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Luky di Kemenkeu. Sebelum meninggalkan kementerian, ia dikenal sebagai pejabat senior yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Direktur Jenderal Anggaran.

Dalam sambutannya, Luky mengaku bersyukur dapat kembali berada di lingkungan Kemenkeu. Ia menggambarkan masa ketika dirinya tidak lagi berada di kementerian sebagai periode “hibernasi”, sekaligus mengakui masih membutuhkan waktu untuk mengejar berbagai perkembangan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

“Kemarin saya ada masa hibernasi,” ujar Luky. Ia mengatakan membutuhkan dukungan jajaran Kemenkeu agar dapat segera menyesuaikan diri dan mengejar berbagai perkembangan serta pekerjaan yang kini menantinya sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Kembalinya Luky juga menarik perhatian karena sebelumnya ia sempat menjadi salah satu pejabat Kemenkeu yang mengalami pergantian jabatan di tengah polemik pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, mencopot Luky dari posisi Direktur Jenderal Anggaran efektif 21 April 2026. Pada saat yang sama, Purbaya juga mengganti Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.

Pencopotan tersebut kemudian dikaitkan dengan persoalan pengadaan kendaraan bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Purbaya sebelumnya menyebut pemerintah sempat mengalami “kebobolan” karena pengadaan tersebut dapat lolos melalui celah pada sistem Direktorat Jenderal Anggaran.

Ketika ditanya apakah pencopotan Luky berkaitan dengan persoalan tersebut, Purbaya pada Mei 2026 menjawab, “Mungkin, Anda tebak saja sendiri.” Pernyataan itu kemudian memperkuat perhatian publik terhadap hubungan antara pergantian pejabat dan polemik pengadaan kendaraan BGN.

Namun, Purbaya juga pernah memberikan penjelasan bahwa pergantian dua pejabat eselon I tersebut merupakan bagian dari rotasi internal. Ia mengatakan pergantian jabatan merupakan proses yang biasa dilakukan di lingkungan Kemenkeu, meski ketika ditanya mengenai pernyataannya soal kinerja sejumlah pegawai, ia mengakui terdapat faktor lain yang ikut menjadi pertimbangan.

Sementara itu, BGN menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut sebelumnya telah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional program MBG, khususnya mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN pada April 2026 menyebut telah melakukan pengadaan 21.801 unit dari target awal 25.644 unit.

Kini, setelah kembali ke Kemenkeu dengan posisi baru, Luky tidak langsung membawa program pribadi sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia menegaskan bahwa wakil menteri merupakan pembantu Presiden dan Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Meski demikian, Luky telah membicarakan sejumlah prioritas bersama Suahasil Nazara. Salah satunya adalah menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 yang kini memasuki kuartal IV. Menurut Luky, tersisa sekitar tiga bulan untuk memastikan berbagai target anggaran tahun berjalan dapat diselesaikan di tengah tantangan yang masih ada.

Fokus berikutnya adalah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 yang telah disahkan DPR. Menurut Luky, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan agar anggaran tahun depan dapat langsung berjalan secara efektif ketika memasuki tahun anggaran baru.

Selain urusan APBN, Luky menyebut konsolidasi internal Kemenkeu menjadi agenda penting. Ia mengatakan reformasi yang telah berjalan di lingkungan kementerian perlu terus didorong agar organisasi mampu menghadapi berbagai tuntutan pengelolaan keuangan negara.

Kembalinya Luky berlangsung tidak lama setelah Suahasil Nazara dipercaya menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil dilantik Presiden Prabowo pada 14 September 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Dengan susunan baru tersebut, Luky kini kembali berada di lingkungan yang sebelumnya menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya. Bedanya, ia tidak lagi memimpin Direktorat Jenderal Anggaran, melainkan menjalankan fungsi wakil menteri bersama Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Bagi Luky, kembalinya ke Kemenkeu bukan sekadar kembali ke tempat kerja lama. Ia menghadapi pekerjaan yang langsung bersentuhan dengan penyelesaian APBN 2026, persiapan APBN 2027, serta agenda reformasi internal kementerian.

Setelah beberapa bulan berada di luar lingkungan Kemenkeu dan menyebut periode tersebut sebagai masa “hibernasi”, Luky kini kembali ke pusat pengelolaan keuangan negara. Ia meminta dukungan jajaran kementerian untuk mengejar berbagai target yang sudah menunggu di penghujung 2026.

Babak baru karier Luky pun dimulai dengan agenda yang padat. Dari penyelesaian anggaran tahun berjalan hingga persiapan APBN tahun depan, Wakil Menteri Keuangan yang pernah meninggalkan kementerian di tengah polemik kini kembali membawa pengalaman lamanya untuk menjalankan tugas baru di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara.

Topik

Memuat tag...