Musik

Menparekraf: Konser Kanye West Momentum Indonesia Kembangkan Music Tourism

Devi Sry Atmaja 30 Oktober 2026 2 penayangan

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kesuksesan terselenggaranya konser Kanye West di Jakarta mesti menjadi momentum penting. Indonesia didorong untuk terus menghadirkan acara musik berskala besar. Pengembangan music tourism menjadi salah satu fokus ke depan. Potensi industri kreatif berbasis musik semakin terbuka. Widiyanti menilai konser Ye Live in Jakarta pada 24 Oktober 2026 menjadi bukti nyata. Indonesia berpotensi menjadi pusat penyelenggaraan konser dan festival musik internasional. Khususnya di kawasan Asia Pasifik, peluang tersebut semakin jelas. Keberhasilan event ini memperkuat kepercayaan diri industri pariwisata tanah air.

Konser tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebanyak 70 ribu penonton hadir menyaksikan penampilan YE. Dari jumlah tersebut, 25 ribu orang berasal dari 80 negara. Antusiasme penonton domestik dan mancanegara menjadi indikator kuat daya tarik event. Kehadiran penonton dari 80 negara menunjukkan daya tarik internasional konser tersebut. Music tourism terbukti mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah signifikan. Dampak ekonomi dan promosi citra Indonesia sebagai tuan rumah event global ikut terasa. Momentum ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Atas potensi music tourism tersebut, Widiyanti menyebut lembaganya sudah memberikan dukungan. Lebih dari 25 event internasional telah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Langkah ini diambil untuk memperkuat daya saing Indonesia. Targetnya adalah menarik lebih banyak penyelenggaraan kegiatan berskala global. Dukungan terhadap lebih dari 25 event internasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah ingin membangun ekosistem yang kondusif bagi penyelenggara konser dan festival. Fasilitasi perizinan, promosi, dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Kolaborasi dengan pelaku industri musik menjadi kunci.

Konser Kanye West atau YE di Jakarta menjadi studi kasus keberhasilan. Antusiasme 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu dari luar negeri, memberikan gambaran pasar yang besar. Stadion Utama Gelora Bung Karno terbukti mampu menjadi venue berkelas internasional. Infrastruktur yang memadai menjadi modal penting. Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa kesuksesan satu event harus ditindaklanjuti. Indonesia tidak boleh berhenti pada satu konser besar. Rangkaian acara musik dan festival internasional perlu terus digelar. Konsistensi menjadi syarat untuk membangun reputasi sebagai destinasi music tourism.

Kawasan Asia Pasifik menjadi target positioning Indonesia sebagai pusat konser dan festival. Persaingan dengan negara-negara tetangga cukup ketat. Namun, keberhasilan menghadirkan artis global seperti Kanye West memberikan keunggulan kompetitif. Citra positif sebagai tuan rumah profesional semakin kuat. Music tourism tidak hanya berdampak pada industri hiburan. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan kreatif ikut merasakan multiplier effect. Kehadiran 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara memberikan devisa dan promosi tersendiri. Manfaat ekonomi tersebar ke berbagai sektor.

Kementerian Pariwisata melalui dukungan terhadap lebih dari 25 event internasional menunjukkan komitmen nyata. Langkah tersebut memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. Penyelenggara event internasional semakin melihat Indonesia sebagai opsi lokasi yang menarik. Kepercayaan pasar terus dibangun. Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue konser YE Live in Jakarta menjadi sorotan. Kapasitas dan fasilitas yang dimiliki mampu menampung puluhan ribu penonton dengan standar internasional. Pengalaman sukses ini dapat menjadi referensi bagi event-event berikutnya. Pengelolaan venue yang profesional menjadi kunci.

Generasi muda dan penggemar musik menjadi motor penggerak music tourism. Antusiasme mereka terhadap konser internasional menciptakan permintaan yang tinggi. Pemerintah berupaya menjawab permintaan tersebut dengan memfasilitasi lebih banyak event. Sinergi antara pemerintah, penyelenggara, dan komunitas musik diperlukan. Pengembangan music tourism sejalan dengan upaya diversifikasi produk pariwisata Indonesia. Tidak hanya mengandalkan destinasi alam dan budaya, event musik menjadi daya tarik tambahan. Kalender event internasional yang padat akan memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dampak ekonomi semakin optimal.

Topik

Memuat tag...