Nasional

Polisi Olah TKP Rumah Dwi Bagus Martono di Madiun, Dua Korban Diduga Dibunuh dan Jasadnya Dibakar

Fazlur Rahman 30 Oktober 2026 2 penayangan

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Dwi Bagus Martono di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur. Rumah tersebut diduga menjadi lokasi pembakaran jasad Dini Hardiyanti (30) dan anak tirinya, AGF (4), dalam kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi yang kini ditangani aparat kepolisian.

Pantauan di lokasi menunjukkan garis polisi telah terpasang mengelilingi pagar rumah. Bangunan bercat hijau itu tampak tertutup tanpa aktivitas penghuni. Sebuah mobil Suzuki Karimun berwarna perak terlihat terparkir di garasi rumah yang menjadi salah satu lokasi penting dalam penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian karena berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pembunuhan terhadap Dini disebut bermula di sebuah hotel di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Selasa (20/10/2026). Saat itu, Dwi Bagus, Dini, dan AGF disebut berada di dalam kamar hotel.

Di lokasi tersebut, diduga terjadi pertengkaran antara Dwi Bagus dan Dini yang kemudian berujung pada pembunuhan. Dwi Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban disebut dimasukkan ke dalam kantong tidur atau sleeping bag

Peristiwa selanjutnya diduga berlanjut ketika Dwi Bagus membawa AGF menuju rumahnya di Gang Tentrem. Dalam perjalanan, ia diduga mencekik anak berusia empat tahun tersebut hingga meninggal dunia. Rangkaian peristiwa itu masih menjadi bagian dari penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan tindakan yang dilakukan terhadap kedua korban.

Setelah kedua korban diduga meninggal dunia, pelaku disebut berusaha menghilangkan jejak dengan membakar jasad mereka di pekarangan belakang rumah. Namun, upaya tersebut tidak berhenti di situ. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jasad yang telah dibakar kemudian diduga dimasukkan ke dalam mesin penggiling daging, lalu dibakar kembali.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan dugaan rangkaian tindakan tersebut dalam keterangannya.

“​​Kemudian setelah dibakar, dimasukkan ke dalam penggilingan daging, ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut,” jelas Arbaridi.

Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam pengungkapan perkara, terutama untuk menjelaskan dugaan upaya pelaku menghilangkan jasad dan menyamarkan jejak kejahatan. Polisi kini mengumpulkan serta memeriksa barang bukti yang berkaitan dengan dugaan pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan mengumpulkan potongan tubuh korban yang berkaitan dengan kasus ini. Temuan tersebut akan menjadi bagian dari proses penyidikan dan pemeriksaan forensik untuk membantu memastikan identitas korban, penyebab kematian, serta rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Olah TKP di rumah Dwi Bagus dilakukan untuk menelusuri bukti-bukti yang mungkin masih tertinggal di lokasi, sekaligus mencocokkan keterangan yang telah diperoleh penyidik dengan kondisi di lapangan. Pemeriksaan terhadap area rumah, pekarangan belakang, dan barang-barang yang ditemukan dapat membantu penyidik merekonstruksi dugaan peristiwa tersebut.

Penyidik juga perlu menghubungkan temuan di rumah dengan dugaan kejadian di hotel tempat Dini disebut dibunuh. Pemeriksaan lintas lokasi ini penting untuk menyusun kronologi secara menyeluruh, mulai dari dugaan pertengkaran, kematian kedua korban, hingga upaya menghilangkan jasad mereka.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terlebih salah satu korban merupakan anak berusia empat tahun. Aparat kepolisian masih harus memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan bukti, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan forensik agar penanganan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh.

Hingga penyidikan tuntas, dugaan tindakan yang dilakukan Dwi Bagus dan setiap detail kejadian perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian serta hasil pembuktian hukum. Polisi diharapkan dapat mengungkap secara lengkap motif, kronologi, dan seluruh bukti yang berkaitan dengan kematian Dini Hardiyanti dan AGF.

Topik

Memuat tag...