Berita International

Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Soroti Konflik Timur Tengah dan Gangguan Selat Hormuz

Devi Sry Atmaja 03 September 2026 2 penayangan

Pemerintah Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Peru pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat dan disebut berkaitan dengan sikap Teheran terhadap konflik serta gangguan terhadap lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Peru menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejarah kebijakan luar negeri Peru yang mengedepankan prinsip pasifisme.

"Peru telah mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," demikian pernyataan kementerian tersebut, sebagaimana dilaporkan AFP, Rabu (2/9/2026).

Pemerintah Peru menuding Iran turut mendorong eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Lima juga menyoroti pembatasan yang diberlakukan Iran serta dampaknya terhadap aktivitas perdagangan internasional yang melewati Selat Hormuz.

"Peru memandang dengan keprihatinan mendalam soal pembatasan ketat yang diberlakukan oleh rezim Iran, serta gangguan perdagangan internasional melalui Selat Hormuz," kata Kementerian Luar Negeri Peru.

Keputusan Peru diambil ketika konflik di Timur Tengah kembali mengalami peningkatan ketegangan. Dalam beberapa hari terakhir, serangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi, memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global. Serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada Minggu lalu kemudian diikuti aksi balasan. Situasi tersebut meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur strategis dan jalur pelayaran yang menjadi bagian penting dari rantai pasok energi dunia.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak luas terhadap perdagangan internasional, terutama distribusi minyak dan gas. Ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz juga dapat memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian global.

Langkah Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran juga berlangsung di tengah semakin dekatnya hubungan pemerintahan Lima dengan Washington. Presiden Peru, Keiko Fujimori, disebut telah mengambil sejumlah langkah untuk bergabung dengan inisiatif Shield of the Americas yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Fujimori mulai menjabat pada 28 Juli 2026.

Kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat mengenai arah politik luar negeri pemerintahan baru Peru yang semakin terbuka terhadap kerja sama dengan Amerika Serikat. Kedekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Dengan keputusan terbaru tersebut, Peru secara terbuka mengambil posisi yang berseberangan dengan pemerintah Iran.

Meski demikian, keputusan pemutusan hubungan diplomatik tidak serta-merta menghilangkan seluruh kepentingan Peru terhadap perkembangan di Timur Tengah. Pemerintah Lima tetap harus memperhitungkan dampak ekonomi dan keamanan dari konflik, terutama apabila gangguan di Selat Hormuz berlanjut.

Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang membuat konflik Iran mendapat perhatian negara-negara di luar kawasan Timur Tengah. Jalur tersebut merupakan lintasan penting bagi pengiriman energi dari negara-negara produsen minyak dan gas di kawasan Teluk menuju pasar global. Jika ketegangan meningkat dan aktivitas pelayaran terganggu, dampaknya dapat merembet ke harga minyak, biaya transportasi, inflasi, hingga pasar keuangan internasional.

Peru melalui keputusan diplomatik terbarunya menegaskan kekhawatiran terhadap kondisi tersebut. Pemerintah Lima menilai pembatasan dan gangguan terhadap perdagangan internasional tidak dapat dibiarkan tanpa respons. Pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran sekaligus menempatkan Peru dalam posisi yang lebih tegas menghadapi perkembangan geopolitik global. Keputusan itu menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara di kawasan, tetapi juga mulai memengaruhi pilihan kebijakan luar negeri negara-negara Amerika Latin.

Dengan eskalasi yang masih berlangsung, perhatian internasional kini tertuju pada kemungkinan langkah lanjutan dari negara-negara lain serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan perdagangan global.

Topik

Memuat tag...