Nasional

Polda NTB Kirim 200 Personel Brimob ke Kalimantan untuk Tangani Karhutla, 24 Tim Taktis Disebar di Lima Wilayah

Fazlur Rahman 19 Oktober 2026 2 penayangan

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan 200 personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pasukan tersebut ditugaskan melalui mekanisme Bawah Kendali Operasi (BKO) dalam Operasi Aman Nusa II untuk mendukung pemadaman api, memantau titik kebakaran, serta melakukan patroli pencegahan agar api tidak meluas.

Pelepasan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) tersebut dipimpin Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja di Mataram, Jumat (16/10/2026). Pengerahan ini menjadi bentuk dukungan kepolisian dalam penanganan bencana yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan sekaligus mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan penugasan tersebut merupakan misi kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan personel, baik secara fisik maupun mental. Para anggota Brimob diminta menjalankan tugas secara profesional dan menjaga keselamatan selama berada di wilayah terdampak karhutla.

“Bapak Kapolda NTB secara khusus menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga kesiapan fisik, mental, serta menjunjung tinggi profesionalisme di medan tugas. Ini adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan dedikasi tinggi,” ujar Kholid.

Dalam arahannya, Kapolda NTB juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga kesehatan, keselamatan, integritas, dan nama baik kesatuan selama menjalankan penugasan. Para anggota diminta mematuhi prosedur operasional, menjaga koordinasi dengan satuan setempat, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan di lapangan.

Tugas yang diemban pasukan Brimob tidak hanya berfokus pada pemadaman api ketika kebakaran terjadi. Pemantauan titik panas dan patroli pencegahan juga menjadi bagian penting untuk membantu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Dengan pemantauan yang terarah, petugas diharapkan dapat segera melaporkan titik api dan mempercepat respons sebelum kebakaran meluas.

Untuk mendukung mobilisasi pasukan dan mempercepat penanganan di lapangan, sebanyak 200 personel tersebut dibagi menjadi 24 tim taktis yang ditempatkan di lima wilayah hukum kepolisian di Kalimantan. Pembagian ini disesuaikan dengan kebutuhan dukungan personel di masing-masing wilayah.

Polres Kapuas dan Polres Pulang Pisau masing-masing mendapat enam tim taktis dengan total 48 personel di setiap wilayah. Sementara itu, Polres Kotawaringin Barat, Polres Kotawaringin Timur, dan Polres Katingan masing-masing menerima empat tim atau 32 personel.

Dengan pola penempatan tersebut, pasukan diharapkan dapat bergerak lebih cepat mengikuti kebutuhan penanganan karhutla di wilayah tugasnya. Keberadaan tim taktis juga memungkinkan koordinasi dilakukan secara lebih terarah, baik untuk mendukung pemadaman maupun melaksanakan patroli di kawasan yang berisiko mengalami kebakaran.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas instansi karena kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Selain personel pemadam, operasi juga memerlukan pemantauan titik api, akses menuju lokasi, ketersediaan sumber air, serta koordinasi dengan petugas yang memahami karakteristik wilayah setempat.

Kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan dampak yang luas, mulai dari kerusakan ekosistem hingga kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan asap dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, upaya pencegahan menjadi sama pentingnya dengan pemadaman. Patroli rutin, pelaporan cepat terhadap titik api, serta koordinasi antarpersonel dapat membantu mengurangi risiko kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Di sisi lain, keselamatan anggota yang bertugas tetap harus menjadi prioritas, mengingat operasi karhutla dapat menghadirkan medan sulit, panas ekstrem, dan paparan asap.

Pengerahan 200 personel Brimob Polda NTB melalui Operasi Aman Nusa II diharapkan memperkuat upaya penanganan karhutla di lima wilayah tersebut. Efektivitas operasi akan bergantung pada kesiapan personel, koordinasi dengan satuan setempat, serta kondisi kebakaran yang dihadapi di lapangan.

Dengan pembagian tugas ke dalam 24 tim taktis, pasukan Brimob disiapkan untuk membantu mempercepat respons terhadap titik api sekaligus mendukung langkah pencegahan. Perkembangan operasi selanjutnya perlu dipantau, termasuk jumlah titik api yang berhasil ditangani dan kondisi kebakaran di masing-masing wilayah penugasan.

Topik

Memuat tag...