Nasional

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat Sejak 10 Juni 2026

Devi Sry Atmaja 05 Juli 2026 2 penayangan

Status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) menyusul peningkatan aktivitas erupsi dan kegempaan yang terpantau sejak 10 Juni 2026. Kenaikan status ini diumumkan setelah pemantauan intensif menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut. Dalam periode pengamatan terbaru,

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami dua kali erupsi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak kawah.

Selain aktivitas erupsi, Pos Pengamatan Gunung Api juga mencatat adanya satu kali gempa tektonik jauh serta satu kali gempa tremor menerus. Data kegempaan ini menjadi salah satu indikator utama meningkatnya aktivitas magma di bawah permukaan gunung. Peningkatan frekuensi gempa vulkanik tersebut kemudian menjadi dasar ilmiah bagi otoritas pemantauan untuk menaikkan status kewaspadaan gunung api aktif ini.

Seiring peningkatan status menjadi Level III (Siaga), masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi susulan, lontaran material vulkanik, serta gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Otoritas kebencanaan juga mengingatkan agar aktivitas pelayaran di sekitar kawasan Selat Sunda tetap waspada terhadap kemungkinan dampak erupsi, seperti hujan abu dan gangguan jarak pandang.

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara ketat. Para ahli vulkanologi menegaskan bahwa kondisi gunung api bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Topik

Memuat tag...