Tampil Dominan, Novela Putria-Beatrice Gumulya Sumbang Perunggu Padel untuk Indonesia di Asian Games 2026
Indonesia menambah perolehan medali dari cabang olahraga padel pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ganda putri Novela Putria dan Beatrice Gumulya berhasil meraih medali perunggu setelah tampil dominan dan mengalahkan pasangan Filipina, Danna Abad/Joshea Malazarte, dengan skor telak 6-0, 6-0.
Pertandingan perebutan medali perunggu tersebut berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Sabtu (3/10/2026). Novela/Beatrice tampil agresif sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan hingga pasangan Filipina tidak mampu merebut satu gim pun.
Laga berlangsung sekitar 40 menit. Dominasi pasangan Indonesia terlihat dari perolehan poin sepanjang pertandingan. Novela/Beatrice mengumpulkan 54 poin, sedangkan Abad/Malazarte hanya mampu meraih 18 poin.
Pada set pertama yang berlangsung sekitar 19 menit, Novela/Beatrice langsung mengambil kendali. Mereka mengamankan gim-gim awal dan terus menjaga tekanan terhadap lawan. Gim ketiga sempat berlangsung ketat hingga melalui dua kali deuce, tetapi pasangan Indonesia akhirnya mampu mengamankannya.
Setelah itu, Novela/Beatrice kembali merebut tiga gim berikutnya secara beruntun untuk menutup set pertama dengan kemenangan 6-0. Statistik juga memperlihatkan efektivitas permainan mereka yang jauh lebih baik, terutama dalam mempertahankan servis dan mengembalikan servis lawan.
Memasuki set kedua, pasangan Indonesia tidak mengendurkan permainan. Enam gim berhasil direbut secara beruntun sehingga skor kembali berakhir 6-0. Kemenangan dua set langsung tersebut memastikan Novela/Beatrice membawa pulang medali perunggu dalam debut padel di Asian Games.
Novela mengaku sangat senang dengan hasil yang diraih bersama Beatrice. Ia menilai keduanya mampu tampil lebih lepas dan menjalankan permainan sesuai dengan yang telah dipersiapkan.
“Rasanya sangat senang, karena kita sudah main lepas, main bagus, dominan, yang paling penting bisa menghasilkan yang terbaik buat Indonesia, jadi pasti bangga banget,” ujar Novela seusai pertandingan.
Medali tersebut menjadi hasil penting bagi Novela dan Beatrice setelah sehari sebelumnya mereka harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, pada babak semifinal.
Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung Jumat (2/10), Novela/Beatrice kalah 1-6, 3-6. Kekalahan itu membuat mereka gagal menciptakan final sesama pasangan Indonesia di nomor ganda putri.
Beatrice sebelumnya mengakui bahwa pasangan Jepang tampil lebih baik dalam pertandingan semifinal. Meski demikian, ia bersama Novela tetap berusaha bertahan dan mencari peluang hingga pertandingan berakhir.
Setelah kekalahan tersebut, keduanya langsung mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan perunggu. Beatrice menilai aspek mental menjadi bagian penting karena kekalahan di semifinal tidak boleh terbawa ke pertandingan berikutnya.
Sementara itu, pasangan Filipina yang menjadi lawan Novela/Beatrice juga datang dengan catatan positif sepanjang turnamen. Danna Abad/Joshea Malazarte sebelumnya berhasil mengalahkan pasangan dari Arab Saudi, Hong Kong, dan Iran untuk mencapai semifinal.
Namun, langkah mereka menuju final terhenti setelah kalah 0-6, 0-6 dari pasangan Indonesia lainnya, Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati. Hasil tersebut membuat Abad/Malazarte harus berhadapan dengan Novela/Beatrice dalam perebutan medali perunggu.
Padel sendiri menjadi salah satu cabang yang mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia mampu menempatkan dua pasangan putri di babak semifinal, sebuah pencapaian yang memastikan Indonesia telah mengamankan setidaknya satu medali sebelum pertandingan perebutan podium berlangsung.
Bagi Novela Putria dan Beatrice Gumulya, kemenangan telak atas Filipina menjadi penutup positif perjalanan mereka di nomor ganda putri. Setelah gagal menembus final, keduanya mampu bangkit dan menjawabnya dengan penampilan dominan untuk memastikan satu medali bagi Merah Putih.
Medali perunggu Novela/Beatrice sekaligus menambah catatan Indonesia dalam sejarah awal padel di ajang Asian Games. Dengan kompetisi yang baru pertama kali hadir di pesta olahraga terbesar Asia tersebut, pasangan Indonesia berhasil meninggalkan Nagoya dengan pencapaian di podium.