Nasional

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Pagi Ini Capai 1,3 Kilometer

Fazlur Rahman 28 September 2026 2 penayangan

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (27/9/2026) pagi. Aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat beberapa kali sejak dini hari, dengan letusan tertinggi mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru.

Erupsi tersebut terjadi di tengah status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan pengamatan petugas, kolom abu dari salah satu erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah timur laut.

Letusan pada pagi hari tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Durasi erupsi sementara tercatat sekitar 2 menit 20 detik.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, memang masih menunjukkan aktivitas erupsi. Catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru menunjukkan sedikitnya empat kali erupsi terjadi sepanjang Minggu dini hari hingga pagi.

Erupsi pertama tercatat sekitar pukul 00.21 WIB. Aktivitas kemudian kembali terjadi beberapa kali hingga erupsi terakhir yang tercatat sekitar pukul 06.22 WIB. Tinggi letusan yang teramati bervariasi, mulai sekitar 500 meter hingga mencapai 1,3 kilometer di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih harus terus dipantau. Masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan gunung diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Dengan status Level III atau Siaga, terdapat sejumlah wilayah yang harus dihindari masyarakat. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Larangan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Semeru, terutama di jalur yang menjadi aliran material vulkanik.

Selain kawasan sejauh 13 kilometer tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak yang lebih jauh.

Kondisi Gunung Semeru perlu mendapat perhatian karena karakter aktivitasnya dapat berubah sewaktu-waktu. Erupsi yang terjadi secara berulang menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan rawan bencana perlu tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan instansi terkait.

Kolom letusan yang mencapai 1,3 kilometer di atas puncak juga menunjukkan adanya pelepasan material vulkanik ke atmosfer. Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin sehingga masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau memperhatikan informasi terbaru mengenai arah penyebaran abu vulkanik.

Gunung Semeru memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut dengan puncak Mahameru sebagai titik tertingginya. Gunung tersebut merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia dan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Aktivitas erupsi Semeru selama ini menjadi perhatian karena kawasan sekitar aliran sungai dan lembah dapat menjadi jalur material vulkanik. Karena itu, kepatuhan terhadap batas wilayah yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang telah dinyatakan berbahaya, terutama sektor yang berpotensi menjadi jalur aliran material erupsi. Warga di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan.

Erupsi berulang pada Minggu pagi ini kembali menegaskan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih berlangsung. Dengan status Level III atau Siaga yang masih berlaku, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di zona yang telah dilarang dan terus mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru serta pihak berwenang.

Pemantauan aktivitas gunung api akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi terbaru. Masyarakat di sekitar Semeru juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi agar langkah antisipasi terhadap potensi bahaya dapat dilakukan secara tepat.

Topik

Memuat tag...