Hasil DNA Ungkap Identitas Jasad di Pulau Enggano, Diduga Kru Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Proses identifikasi terhadap jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya membuahkan hasil. Tim forensik memastikan DNA jasad tersebut identik dengan salah satu kru kapal yang mengangkut rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kepastian itu disampaikan dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat. Menurutnya, proses pemeriksaan DNA telah selesai dilakukan dan hasilnya menunjukkan kecocokan dengan salah satu kru kapal yang berada dalam rombongan peliputan tersebut.
"Sudah, informasi begitu," ujar Donald saat dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026).
Meski demikian, Donald belum mengungkapkan identitas lengkap korban. Ia menyatakan rincian lebih lanjut akan disampaikan secara resmi dalam konferensi pers yang dijadwalkan oleh pihak berwenang. Penemuan jasad di Pulau Enggano sebelumnya menjadi perhatian publik karena diduga berkaitan dengan insiden hilangnya rombongan jurnalis dan anak buah kapal (ABK) yang bertugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tragedi tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri hingga relawan.
Setelah jasad ditemukan, tim gabungan segera melakukan evakuasi untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan guna menjalani proses identifikasi. Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah pemeriksaan DNA guna memastikan identitas korban secara ilmiah dan akurat. Hasil identifikasi ini menjadi perkembangan signifikan dalam upaya mengungkap nasib para korban yang masih dinyatakan hilang. Kepastian identitas melalui uji DNA juga memberikan jawaban yang telah lama ditunggu oleh keluarga korban yang selama ini menanti kabar mengenai anggota keluarga mereka.
Sebelumnya, pencarian terhadap para korban dilakukan selama berhari-hari di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda hingga kawasan pesisir yang berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban akibat arus laut. Kondisi cuaca dan luasnya area pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam menjalankan operasi kemanusiaan tersebut.
Dengan teridentifikasinya salah satu korban melalui pemeriksaan DNA, harapan untuk mengungkap keberadaan korban lainnya masih terus diupayakan. Aparat dan tim terkait diperkirakan akan menyampaikan informasi lebih rinci mengenai identitas korban serta perkembangan penanganan kasus ini dalam keterangan resmi selanjutnya.