Kapal Tanker Pertamina Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Empat Bulan
Jakarta – Kabar baik datang dari dunia maritim Indonesia. Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat pada Rabu (24/6/2026). Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang kapal tersebut yang tertahan sejak awal Maret 2026 akibat ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Kapal tanker berkapasitas 104 ribu Deadweight Tonnage (DWT) ini merupakan salah satu dari dua kapal pengangkut minyak mentah milik Pertamina yang sempat terjebak di wilayah rawan tersebut. Perjalanan Gamsunoro kini menjadi sorotan karena berhasil melewati salah satu jalur pelayaran paling strategis dan berisiko tinggi di dunia tanpa kendala.
“Alhamdulillah, Gamsunoro telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar pernyataan resmi dari pihak Pertamina International Shipping. Keberhasilan ini menjadi bukti koordinasi yang baik antara Pertamina, otoritas terkait, serta upaya diplomasi untuk menjaga keamanan aset negara di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
Sementara itu, kapal tanker kedua milik Pertamina, Pertamina Pride, yang memiliki kapasitas lebih besar yaitu 301 ribu DWT, masih menunggu kondisi keamanan yang lebih stabil sebelum melanjutkan perjalanan melintasi Selat Hormuz. Pertamina terus memantau perkembangan situasi secara real-time dan memastikan keselamatan kru serta muatan kapal.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Konflik di Timur Tengah sering kali menyebabkan gangguan pada lalu lintas kapal di wilayah tersebut, berdampak pada rantai pasok energi global termasuk pasokan minyak mentah untuk Indonesia.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi selat tersebut memberikan kepastian pasokan energi bagi Pertamina dan memperkuat ketahanan energi nasional. PT PIS sebagai anak usaha Pertamina terus berkomitmen menjaga operasional pengangkutan minyak yang aman dan andal meski dihadapkan pada berbagai tantangan geopolitik.
Pihak Pertamina juga menyatakan bahwa seluruh kru kapal dalam kondisi baik dan kapal siap melanjutkan tugas pengangkutan sesuai rencana.