Nasional

Operasi SAR 7 Orang yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Dihentikan Setelah 10 Hari

Devi Sry Atmaja 24 September 2026 2 penayangan

Operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) terhadap tujuh orang yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Keputusan tersebut disampaikan Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad dalam konferensi pers pada Rabu (23/9/2026). Tujuh orang yang masih dinyatakan hilang tersebut terdiri dari lima jurnalis, satu nakhoda kapal, dan satu pemandu. Mereka sebelumnya berada dalam rombongan yang hendak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi.

Selama 10 hari operasi, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan rombongan tersebut. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi laut, arah arus, cuaca, serta kemungkinan korban terbawa hingga ke wilayah pesisir lainnya. Setelah operasi SAR ditutup, Basarnas Banten tidak sepenuhnya menghentikan pemantauan. Koordinasi dengan kantor SAR di wilayah lain tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya temuan yang berkaitan dengan tujuh orang tersebut.

Al Amrad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Bengkulu serta Kansar Lampung untuk melakukan pemantauan di wilayah pesisir dan berkoordinasi dengan para nelayan di sekitar kawasan tersebut.

"Hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kansar Bengkulu dan Kansar Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini, Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak," kata Al Amrad.

Menurut Al Amrad, hingga konferensi pers digelar belum ada laporan dari kapal, masyarakat, maupun nelayan mengenai penemuan objek atau jenazah yang diduga berkaitan dengan rombongan yang hilang tersebut. Dengan demikian, keberadaan tujuh orang yang terdiri dari lima jurnalis, nakhoda kapal, dan pemandu itu hingga kini masih belum diketahui. Basarnas tetap membuka koordinasi dengan berbagai pihak apabila sewaktu-waktu terdapat informasi atau temuan baru di wilayah pesisir maupun perairan.

Penghentian operasi SAR ini juga menjadi perhatian bagi keluarga para korban yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Pemerintah Provinsi Banten memastikan pendampingan terhadap keluarga akan terus dilakukan meskipun operasi pencarian resmi telah ditutup. Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah daerah bersama Polda Banten akan tetap mendampingi keluarga korban dan menyampaikan setiap perkembangan yang diperoleh dari hasil koordinasi maupun pemantauan di lapangan.

"Dan insyaallah, seperti yang pernah saya sampaikan, bersama-sama dengan Polda Banten, kami akan terus mendampingi keluarga dan kita akan terus menginformasikan setiap perkembangan yang ada," tutur Andra Soni.

Andra juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan Banten dan wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna kapal, diminta segera melapor apabila menemukan benda, jasad, atau indikasi lain yang diduga memiliki kaitan dengan rombongan yang hilang. Informasi dari masyarakat dinilai tetap penting meski operasi SAR telah dihentikan. Sebab, wilayah pencarian dan kemungkinan pergerakan objek di laut dapat meluas mengikuti kondisi arus dan cuaca.

Kasus hilangnya rombongan tersebut sebelumnya mendapat perhatian luas karena mereka tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan berupaya menemukan mereka dengan menyisir wilayah perairan dan melakukan koordinasi lintas wilayah. Kini, setelah operasi resmi dihentikan pada hari ke-10, upaya pemantauan melalui koordinasi dengan kantor SAR di wilayah lain tetap dilakukan. Pemerintah Banten juga memastikan keluarga korban tidak dibiarkan menghadapi situasi tersebut sendirian dan akan terus menerima informasi apabila terdapat perkembangan baru.

Topik

Memuat tag...