Pezeshkian Bawa Foto Anak-anak Korban Serangan Minab dalam Pidato di PBB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membawa foto anak-anak yang tewas dalam serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2026). Dalam pidatonya, Pezeshkian menunjukkan foto para korban sebagai simbol duka atas serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 di Minab, Provinsi Hormozgan. Serangan tersebut menghantam sekolah yang saat itu sedang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk sekitar 120 anak-anak.
Pezeshkian menyebut tragedi tersebut sebagai salah satu bukti penderitaan rakyat Iran akibat serangan militer Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Iran menjadi korban terorisme, sekaligus mengecam apa yang disebutnya sebagai tindakan ilegal Washington terhadap negaranya.
“Presiden Amerika menyebut kami aalah teroris, tetapi kami adalah korban teroris," kata Pezeshkian dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh terjadi ketika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki fase eskalasi pada akhir Februari. Sekolah tersebut berada berdekatan dengan fasilitas militer yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sejumlah investigasi independen kemudian menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan tersebut. Investigasi Reuters menyebut sekolah itu hancur akibat serangan rudal Amerika Serikat dan analisis terhadap rekaman serta citra satelit mengindikasikan penggunaan rudal jelajah Tomahawk.
Temuan tersebut diperkuat oleh laporan misi pencari fakta PBB yang dirilis pada September. Misi tersebut menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah di Minab dan menilai serangan tersebut menimbulkan persoalan serius terkait hukum humaniter internasional. Amnesty International sebelumnya juga menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan 156 orang, termasuk 120 anak-anak. Organisasi tersebut menyebut bukti visual, rekaman video, citra satelit, serta analisis sisa persenjataan mengindikasikan penggunaan rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat.
Sekolah tersebut memang berada di dekat kompleks militer IRGC. Namun, sejumlah penyelidikan mempertanyakan apakah keberadaan fasilitas militer di sekitar sekolah dapat menjadi dasar untuk menganggap bangunan sekolah sebagai sasaran militer yang sah. Laporan PBB menyebut sekolah merupakan fasilitas pendidikan sipil yang memiliki pemisahan fisik dari fasilitas militer di dekatnya. Pezeshkian juga membawa foto mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia. Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026, menurut laporan mengenai jalannya perang Iran.
Dengan membawa foto korban anak-anak dan Khamenei, Pezeshkian menggunakan pidatonya untuk menyoroti dampak perang terhadap Iran sekaligus menyampaikan kecaman terhadap Amerika Serikat di forum internasional. Meski menyampaikan kecaman keras, Pezeshkian juga tetap membuka ruang bagi diplomasi. Dalam pidatonya, ia menyatakan Iran masih memiliki jalan untuk melakukan perundingan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Tragedi Minab sendiri hingga kini menjadi salah satu serangan dengan korban sipil terbesar dalam konflik tersebut. Peristiwa itu juga terus menjadi sorotan internasional karena adanya perbedaan antara klaim awal mengenai sasaran serangan dan temuan berbagai penyelidikan mengenai lokasi serta jenis senjata yang digunakan.