Rektor UINSA Akh Muzakki Mengundurkan Diri dari Jabatan, Berlaku Sejak 22 September
SURABAYA - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Akh Muzakki, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut disebut berlaku sejak 22 September 2026 pukul 22.00 WIB. Kabar tersebut disampaikan Guru Besar UINSA, Prof Dr H Imam Ghazali. Ia mengaku telah melakukan konfirmasi terkait informasi tersebut kepada Inspektur Jenderal (Irjen) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag).
“Ya, benar. Sudah saya konfirmasi ke Irjen dan Sekjend Kemenag. Prof Akh Muzakki juga mengakui bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor UINSA terhitung 22 September 2026, pukul 22.00 WIB,” terang Imam Ghazali.
Imam mengatakan pengunduran diri Akh Muzakki tidak terlepas dari adanya tekanan yang disebut berasal dari lingkungan Kemenag maupun internal kampus UINSA. Namun, ia tidak merinci bentuk tekanan maupun proses yang disebut terjadi sebelum keputusan pengunduran diri tersebut diambil. Menurut Imam, Menteri Agama juga mendapat desakan dari sejumlah Guru Besar, sivitas akademika, serta Komisi VIII DPR RI terkait persoalan yang melibatkan UINSA.
“Ya, pasti lah. Menag kan didesak Gubes, civitas akademika dan Komisi VIII DPR RI,” tandas Imam yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perkumpulan Guru Besar UINSA tersebut.
Meski membenarkan kabar pengunduran diri Akh Muzakki, Imam mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme yang akan ditempuh Kemenag setelah posisi Rektor UINSA ditinggalkan. Ia juga belum mengetahui sosok yang akan ditunjuk untuk menggantikan Akh Muzakki sebagai pimpinan UINSA. Posisi rektor menjadi bagian penting dalam tata kelola perguruan tinggi karena berkaitan dengan arah kebijakan akademik, administrasi, hingga pengelolaan kelembagaan universitas. Karena itu, pengunduran diri rektor selanjutnya akan diikuti dengan proses penentuan atau penunjukan pejabat yang menjalankan kepemimpinan universitas sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Kemenag.
Hingga saat ini, informasi mengenai alasan detail pengunduran diri, mekanisme pengisian jabatan rektor, serta sosok yang akan menggantikan Akh Muzakki masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait. Kabar pengunduran diri tersebut menjadi perhatian di lingkungan UINSA, terutama karena muncul di tengah adanya desakan dari sejumlah pihak terhadap Kemenag. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana proses transisi kepemimpinan di UINSA setelah Akh Muzakki meninggalkan jabatan rektor.