Nasional

Tebus Kegagalan Empat Tahun Lalu, Bulutangkis Jadi Cabor Tersukses Indonesia di Asian Games 2026

Fazlur Rahman 05 Oktober 2026 2 penayangan

Cabang olahraga bulutangkis berhasil menebus kegagalan pada Asian Games 2022 dengan tampil sebagai penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Dari seluruh cabang olahraga yang diikuti Merah Putih, bulutangkis menjadi satu-satunya cabor yang mampu mengoleksi enam medali sekaligus.

Tim bulutangkis Indonesia membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Torehan tersebut tidak hanya menjadikan bulutangkis sebagai cabor dengan kontribusi medali terbanyak, tetapi juga ikut mengantarkan Indonesia melewati target yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan ke Jepang.

Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2026 dengan koleksi 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan tersebut membuat Indonesia melampaui target awal empat medali emas dan menempati posisi ke-16 klasemen akhir.

Dua dari lima emas Indonesia berasal dari bulutangkis. Medali emas pertama dipersembahkan tim beregu putra yang secara dramatis mengalahkan China dengan skor 3-2. Sementara emas kedua datang dari pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang juga menundukkan wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang, di partai final.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi bulutangkis Indonesia. Empat tahun sebelumnya, ketika Asian Games 2022 digelar di Hangzhou, China, cabang olahraga yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia itu tidak mampu menyumbangkan medali emas.

Kini, bulutangkis justru menjadi cabor dengan perolehan medali paling lengkap. Selain dua emas, satu medali perak disumbangkan pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Sementara tiga medali perunggu masing-masing diraih Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Alwi Farhan, dan tim beregu putri.

Koleksi enam medali tersebut juga membuat seluruh anggota tim bulutangkis Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026 pulang dengan membawa medali. Keberhasilan itu tidak hanya datang dari nomor perorangan, tetapi juga ditopang pencapaian dua tim beregu Indonesia.

Tim beregu putra menjadi salah satu kisah paling penting dalam perjalanan bulutangkis Indonesia di Nagoya. Menghadapi China di final, Indonesia sempat berada dalam tekanan sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan 3-2. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali meraih emas dari nomor beregu putra Asian Games.

Tidak berhenti di sana, Leo/Daniel kemudian melanjutkan momentum tersebut dengan merebut emas dari nomor ganda putra. Mereka kembali menghadapi pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, dan berhasil keluar sebagai pemenang. Dua emas tersebut membuat bulutangkis menyumbangkan hampir separuh dari total medali emas Indonesia di Asian Games 2026.

Pencapaian ini sekaligus melampaui target yang sebelumnya dibebankan kepada tim bulutangkis Indonesia. Jika sebelumnya target yang dipatok hanya satu medali emas, hasil akhir justru menunjukkan dua emas berhasil dibawa pulang dari Jepang.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin berarti karena datang di tengah persaingan ketat bulutangkis Asia. China, Jepang, Korea Selatan, hingga negara-negara Asia Tenggara lainnya memiliki kekuatan besar di berbagai nomor. Karena itu, dua emas Indonesia menunjukkan bahwa sektor beregu dan ganda putra mampu tampil kompetitif pada saat menentukan.

Selain emas, keberadaan medali perak dan tiga perunggu memperlihatkan bahwa kontribusi bulutangkis tidak bertumpu pada satu atau dua nama saja. Performa sejumlah pemain di berbagai nomor membuat Indonesia memperoleh tambahan medali yang signifikan dari satu cabang olahraga.

Menariknya, ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga mencatatkan pencapaian penting dengan menembus final Asian Games. Mereka menjadi pasangan ganda campuran Indonesia pertama dalam 12 tahun terakhir yang berhasil mencapai partai puncak Asian Games.

Sementara itu, keberhasilan tim beregu putri merebut perunggu memastikan seluruh bagian dari tim bulutangkis Indonesia memiliki kontribusi dalam perolehan medali. Dengan demikian, enam medali yang dibawa pulang bukan sekadar hasil dari keberhasilan satu sektor, melainkan buah dari penampilan sejumlah pemain dan tim di berbagai nomor.

Secara keseluruhan, prestasi bulutangkis menjadi salah satu sorotan utama perjalanan kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Dari target satu emas, tim mampu membawa pulang dua emas sekaligus menjadi cabor penyumbang medali terbanyak dengan total enam medali.

Bagi Indonesia, keberhasilan tersebut menjadi modal penting setelah pada Asian Games 2022 hanya mampu mengoleksi tujuh emas secara keseluruhan dan finis di posisi ke-13. Pada edisi 2026, jumlah emas memang masih di bawah capaian Hangzhou, tetapi Indonesia berhasil memenuhi bahkan melampaui target empat emas yang dipasang dengan raihan lima emas.

Lima emas Indonesia di Aichi-Nagoya berasal dari empat cabang olahraga. Selain dua emas bulutangkis, satu emas masing-masing dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.

Dengan kontribusi enam medali, termasuk dua emas, bulutangkis akhirnya menutup Asian Games 2026 dengan status sebagai cabor paling produktif bagi kontingen Indonesia. Setelah sempat gagal mempersembahkan emas pada edisi sebelumnya, para pebulutangkis Merah Putih kali ini justru menjadi salah satu kekuatan utama yang membantu Indonesia melewati target medali dan membawa pulang prestasi dari Jepang.

Topik

Memuat tag...